Enam Stadion Di Indonesia Jadi Vanue Piala Dunia U-20 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Indonesia dipastikan bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Untuk pelaksanaan turnamen sepak bola usia muda paling bergengsi di dunia tersebut, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku penyelenggara telah mengajukan 10 stadion untuk menggelar event itu kepada Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA.

Sebanyak 10 stadion, yang diajukan oleh PSSI kepada FIFA itu adalah Gelora Bung Karno (Jakarta), Patriot (Bekasi), Wibawa Mukti (Cikarang), Pakansari (Bogor), Jakabaring (Palembang), Si Jalak Harupat (Bandung), Manahan (Solo), Mandala Krida (Yogyakarta), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Akan tetapi, FIFA hanya menentukan Empat stadion dari 10 stadion calon venue yang diajukan oleh PSSI tersebut. Kabaraya, FIFA sendiri bakal mengumumkan empat stadion itu pada Sabtu (25/1) mendatang.

Namun, setelah PSSI melakukan komunikasi dengan otoritas tertinggi sepak bola di dunia itu, jumlah stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-21 2020 kini bertambah. Ya, PSSI berhasil meyakinkan FIFA untuk penambahan stadion di Piala Dunia U-20 2021 tersebut.

“Alhamdulillah tim sudah selesai bernegosiasi dengan FIFA. Dari empat stadion yang awalnya sudah ditentukan FIFA, namun sekara menjadi enam. Mudah-mudahan kedepannya tidak ada perubahan kembali,” ungap ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Kendati sudah mendapatkan persetujuan menjadi enam stadion yang akan digunakan, namun pria yang kerap disapa Iwan Bule itu masih belum menentukan stadion mana yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20 2021 nanti.

Iwan Bule menjelaskan akan kembali melakukan kunjungan ke stadion-stadion tersebut untuk memastikan kesiapannya. Itu akan dilakukan oleh mantan Kapolda Metro Jaya itu sebelum atau sesudah Kongres Tahunan PSSI yang berlangsung di Bali pada 25 Januari 2020. Jika memang sudah dilakukan kunjungan baru akan ia pastikan stadion mana yang berhak menjadi venue ajang tersebut.

“Enam itu, kan nanti sebelum atau sesudah kongres saya akan muter sekali lagi. Karena penambaha dua (stadion) ini harus menjadi lebih baik dibandingkan dengan yang ada,” ujar Iwan Bule.

“Jadi mungkin pas FIFA datang saya ingin tanyakan lagi kriteria apa yang perlu dan diminta oleh FIFA terkait dengan infrakstruktur stadion dan sebagainya,” tambahnya.

Penambahan dua stadion ini juga dibenarkan oleh salah satu Anggota Eksekutif (PSSI), Yoyok Sukawi. Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI ini mengatakan bahwa sejatinya FIFA sifatnya hanya menyetujui usulan tuan rumah dalam hal ini PSSI dan Indonesia.

“Iya kabarnya seperti itu (pemakaian enam stadion, red). Pemakaian stadion kan memang kita tuan rumah yang mengusulkan ke FIFA. dan FIFA sifatnya menyetujui,” ungkap Yoyok saat dihubungi Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (22/1) kemarin.

Sebelum menentukan stadion utama, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menghadiri undangan rapat terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo beserta sejumlah menteri termasuk Menpora Zainudin Amali di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1) lalu.

Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu menyerukan agar seluruh jajaran terkait untuk mempersiapkan stadion-stadion tersebut agar representatif sebagai lokasi pertandingan kelas dunia.

Penegasan Jokowi terkait kesiapan itu mulai dari fasilitasnya, konektivitas antara stadion dengan transportasi dan akomodasi. Hal itu diinginkan Jokowi agar memanfaatkan Piala Dunia U-20 2021 sebagai ajang mempromosikan Indonesia, serta menjadikan Asian Games dan Asian Para Games 2018 sebagai acuan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021.

“Saya ingin agar penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 dimanfaatkan sebagai ajang promosi Indonesia kepada dunia,” tegas Jokowi kala itu. (fin)

  • Dipublish : 23 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami