Era Firli Bahuri, KPK Buka Penyidikan 160 Perkara

Ilustrasi gedung KPK (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi gedung KPK (Dok. JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan, lembaganya telah melakukan penyidikan sebanyak 160 perkara tindak pidana korupsi. Sebanyak 85 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari 160 perkara yang dilakukan penyidikan oleh KPK, sampai hari ini KPK telah menemukan dan menetapkan 85 tersangka,” kata Firli saat menyampaikan capaian kinerja enam bulan (Januari-Juli) 2020 dalam agenda webinar ‘Criminal Law & Criminology #4 Korupsi Bantuan Sosial’ yang diselenggarakan oleh Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi (MAHUPIKI), Senin (27/7).

Jenderal polisi bintang tiga ini menuturkan, dari 85 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, KPK telah melakukan penahanan terhadap 61 orang. Firli menyebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 3.512 saksi sepanjang proses penyidikan dalam kurun waktu enam bulan ini.

“Dari 160 tindak pidana korupsi tersebut, KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi kurang lebih 3.512 saksi,” ujar Firli.

Firli mengklaim, langkah KPK dalam melakukan penyadapan, penggeledahan dan penyitaan yang telah dilakukan melalui tahapan izin Dewan Pengawas sejauh ini baik-baik saja alias tak menemukan hambatan.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, segala tindakan penyadapan, penggeledahan dan penyitaan yang dikerjakan KPK harus berdasarkan izin Dewan Pengawas.

“Sehingga penggeledahan sudah kita lakukan kurang lebih 25 kali penggeledahan dengan 201 kali penyitaan,” cetusnya.

Sepanjang kepemimpinan KPK era Firli Bahuri, KPK baru melakukan empat kali operasi tangkap tangan (OTT). Sedikitnya, 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka yang di antaranya terdiri dari bupati, kader partai politik, penyelenggara pemilu dan pengusaha. (jp)

  • Dipublish : 27 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami