Erick Minta 72 Kantor Cabang BUMN di Seluruh Dunia Tingkatkan Kinerja

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (dok. humas Kementerian BUMN)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (dok. humas Kementerian BUMN)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir meminta perusahaan pelat merah meningkatkan kinerja operasi, keuangan, dan aset perusahaan. Sehingga bisa selevel dan bermain bersama perusahaan-perusahaan skala global.

“BUMN Go Global dibutuhkan agar produk BUMN baik barang maupun jasa dapat dikenal dan dapat diserap oleh pasar global,” kata Erick dikutip dari Antara, Kamis (10/9).

Ia menambahkan seluruh perusahaan BUMN di luar negeri diharapkan dapat menyatukan kekuatan agar dapat meningkatkan kualitasnya dan dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih baik lagi untuk Indonesia. Saat ini, kata Erick, terdapat 72 kantor cabang atau anak usaha/cucu perusahaan BUMN yang tersebar di seluruh dunia.

BUMN yang tercatat telah melebarkan sayap hingga tingkat internasional, diantaranya BRI, Bank Mandiri, BNI, Garuda Indonesia, Sucofindo, Surveyor Indonesia, Wijaya Karya (WIKA), Perusahaan Perdagangan Indonesia, Pertamina, Mind ID, Dirgantara Indonesia, dan Telkom Indonesia.

“Ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif dapat mendukung BUMN agar mendunia,” ujar Erick.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu pun mengingatkan bahwa BUMN perlu memberikan kontribusi kepada negara secara maksimal khususnya melalui dividen. “Direksi BUMN wajib meningkatkan kinerja, efisiensi, dan profitabilitas dari masing-masing perusahaan, khususnya BUMN yang berorientasi ekonomi,” tegas Erick.

Ia menambahkan kinerja direksi akan dinilai dan dievaluasi berdasarkan kontrak manajemen berbasis indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI). Demi membantu perusahaan dalam mencapai KPI itu, ia menyampaikan, Kementerian BUMN membentuk klasterisasi BUMN.

Erick menyebutkan Wamen BUMN I bertugas mengelola BUMN klaster industri migas dan energi, industri minerba, industri perkebunan dan kehutanan, industri pangan, industri kesehatan, dan klaster industri manufaktur.

Sementara itu Wamen BUMN II mengelola BUMN klaster jasa keuangan, klaster jasa asuransi dan dana pensiun, telekomunikasi dan media, infrastruktur, logistik, serta pariwisata dan pendukung.

“Klasterisasi BUMN bertujuan untuk mengelompokkan BUMN sesuai dengan jenis bidang usaha utama (core business) serta rantai nilai bisnisnya, guna menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif dari hulu ke hilir,” jelas Erick.

Sebagai perusahaan milik negara, Erick juga menyampaikan, BUMN patut menjadi model bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia khususnya dalam tindakan anti suap dan korupsi. Oleh karena itu, lanjut dia, Kementerian BUMN mewajibkan BUMN untuk mendapat sertifikat ISO 37001 Manajemen Anti Suap.

“Saat ini, terdapat 53 persen dari total seluruh BUMN yang telah mendapat sertifikat ISO 37001,” katanya. Ia mengharapkan agar BUMN yang belum mendapat sertifikat itu dapat memperolehnya sebelum pergantian tahun. (jp)

  • Dipublish : 10 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami