Eropa dan AS Perkuat Dana Pemulihan Dampak Wabah Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Dua wilayah yang paling terdampak pandemi Covid-19 terus merancang cetak biru untuk menyelamatkan ekonomi. Uni Eropa (UE) baru sepakat untuk mengalihkan anggaran jangka panjang untuk membantu ekonomi negara anggota. Kongres AS juga baru menyetujui paket dana untuk membantu usaha menengah kecil.

Keputusan UE diambil setelah konferensi virtual yang diadakan Kamis (23/4). Pemimpin dari 27 negara anggota setuju untuk mengubah kembali anggaran organisasi regional dalam tujuh tahun ke depan. Perubahan itu bakal memasukkan dana bantuan kepada negara terkena dampak virus korona.

’’Kesejahteraan negara anggota Uni Eropa bergantung pada keselamatan organisasi ini. Jadi, kita harus bersatu,’’ ungkap Presiden Dewan Eropa Charles Michel sebagaimana dilansir CNBC.

Pejabat UE belum mengumumkan berapa banyak dana yang akan dialokasikan untuk program bantuan. Namun, banyak tokoh sebelumnya menyebut bahwa kebutuhan dana mencapai sekitar EUR 1 triliun–EUR 1,5 triliun (Rp 16.683 triliun–Rp 25.036 triliun).

Pada konferensi yang sama, para kepala negara UE juga setuju resolusi yang diusulkan menteri keuangan wilayah Eropa. Yakni, UE menyediakan EUR 540 miliar (Rp 9.012 triliun) untuk membantu memenuhi gaji-gaji yang hilang, operasional perusahaan, dan dana kesehatan.

’’Hanya ada satu instrumen yang bisa melaksanakan tugas sebesar ini. Yakni, anggaran UE,’’ papar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

SAPA DARI JAUH: Pitrik van der Lubbe naik tangga di depan jendela kamar ayahnya, Henk, di Gouda, Belanda. Mereka sudah tak bertemu selama empat pekan karena isolasi (Peter Dejong/AP)

Meski begitu, anggota Uni Eropa masih terbelah soal mekanisme dana bantuan. Apakah dana bantuan tersebut berupa pinjaman atau hibah. Negara Eropa Utara seperti Belanda dan Jerman takut jika utang mereka ikut bertambah karena program tersebut. Sedangkan negara selatan yang terdampak berat seperti Italia bersyukur dengan keputusan tersebut.

’’Ini adalah momen penting dalam sejarah Eropa,’’ ujar Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte kepada BBC.

Di benua lain, Amerika Serikat juga baru mengetok palu atas paket bantuan sebanyak USD 500 miliar (Rp 7.715 triliun). Paket tersebut terdiri atas USD 321 miliar (Rp 4.958 triliun) untuk Paychek Protection Program, program penyelamatan pelaku usaha kecil. Sisanya digunakan untuk dana bantuan bencana alam, dana bantuan rumah sakit, dan dana percepatan vaksin virus SARS-CoV-2.

’’Hari ini sangat menyedihkan. Hampir 50 ribu kematian dilaporkan dan banyak yang terdampak,’’ ujar Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi pada awal rapat penentuan dana bantuan menurut Politico.

Sebelum ini, AS dan UE sudah mengucurkan banyak dana terkait penanggulangan Covid-19. UE sudah menganggarkan EUR 3,3 triliun (Rp 55.060 triliun). Sedangkan AS sudah menganggarkan USD 2,8 triliun (Rp 43.279 triliun) sebelum paket terbaru. Meski begitu, pemimpin seperti Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan bahwa anggaran yang lebih besar masih dibutuhkan. Merkel mengatakan bahwa dampak yang diderita sekarang masih permulaan saja.

’’Bagi siapa pun yang menganggap ini bantuan terakhir, Anda salah,’’ ujar Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer. (jp)

  • Dipublish : 25 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami