Fatwa MUI soal Salat Jumat Virtual: Tidak Sah!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id, JAKARTA – MUI (Majelis Ulama Indonesia) menerbitkan Fatwa nomor 28 Tahun 2021 tentang Hukum Penyelenggaraan Salat Jumat Secara Virtual. Bagaimana ketentuan hukumnya? Berikut isi lengkap Fatwa MUI Nomor: 28 Tahun 2021

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Nomor: 28 Tahun 2021

Tentang

HUKUM PENYELENGGARAAN SHALAT JUM’AT SECARA VIRTUAL

Ketentuan Umum

Dalam fatwa ini yang dimaksud dengan:

1. Penyelenggaraan shalat Jum’at secara Virtual adalah pelaksanaan shalat Jum’at yang lokasi imam dan makmum tidak ittihad al-makan (dalam kesatuan tempat), tidak ittishal (tersambung secara fisik), dan hanya tersambung melalui jejaring virtual.

2. Penyelenggaraan shalat Jum’at secara hybrid adalah pelaksanaan shalat Jum’at yang imam dan makmumnya memenuhi ketentuan ittihad al-makan (dalam kesatuan tempat) dan ittishal (tersambung secara fisik), serta diikuti oleh makmum lain yang hanya tersambung secara virtual.

Ketentuan Hukum

1.Penyelenggaraan shalat Jum’at secara virtual sebagaimana dimaksud dalam ketentuan umum angka 1 (satu) hukumnya tidak sah.

2. Penyelenggaraan shalat Jum’at secara hybrid sebagaimana dimaksud dalam ketentuan umum angka 2 (dua) hukumnya:

a.Bagi imam dan makmum yang ittihad al-makan dan ittishal adalah sah.

b.Bagi makmum yang mengikuti shalat Jum’at dan hanya tersambung secara virtual adalah tidak sah.

3. Dalam hal seseorang ada uzur syar’i yang tidak memungkinkan melaksanakan shalat Jum’at, maka kewajiban shalat Jum’at menjadi gugur dan wajib melaksanakan shalat Zuhur.

“Hukum Islam akomodatif terhadap perkembangan masyarakat. Akan tetapi, ada beberapa ketentuan hukum agama yang sifatnya dogmatik, khususnya terkait dengan ibadah mahdlah. Shalat Jumat itu termasuk jenis ibadah mahdhah, memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi.”

“Prinsip dalam pelaksanaan ibadah adalah mengikuti aturan. Hukum asalnya terlarang sampai ada dalil. Sementara kalau dalam hal muamalah, hukum asalnya adalah boleh sampai ada yang melarang.” (Fin/jm)

  • Dipublish : 11 Mei 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami