Final Gubernur Jatim Pindah Venue

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SURABAYA – Final Piala Gubernur Jawa Timur 2020 yang mempertemukan Persija Jakarta kontra Persebaya dipastikan berpindah akan berpindah vanue. Laga final yang sebelumnya akan dihealt di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pindah ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo karena problem renovasi.

Keputusan pemindahan lokasi Final Piala Gubernur Jatim 2020 itu diambil setelah Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) mengelar rapat koordinasi dengan pihak keamanan, panitia penyelenggara, dan sejumlah stakeholder lainnya di Gedung Polda Jatim sejak Rabu (19/2) kemarin.

Menurut Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur, Amir Burhannudin, dipindahnya venue laga final disebabkan rumput GBT yang sedang dalam perawatan sehingga belum siap menggelar pertandingan.

“Berdasarkan rapat koordinasi dengan Kapolda, penggunaan stadion (GBT) tidak memungkinkan karena lapangan sedang dalam perawatan,” ucap Amir usai rapat koordinasi.

“Dengan cepat kami langsung berkoordinasi dengan stadion terdekat, yakni Stadion Gelora Delta. Dan kebetulan Stadion Gelora Delta Sidoarjo sedang kosong, jadi bisa dipakai,” tambah Amir.

Meski waktu babak final itu tidak berubah yakni, hari ini (20/2). Namun jam kick-off pertandingan tersebut mengalami perubahan. Semula laga finala akan kick-off pukul 19.30 WIB. Namun, dengn adanya perubahan tersebut, kick-off berubah menjadi pukul 15.30 WIB.

“Ada perubahan jam tayang, semula 19.30, namun atas dasar pertimbangan segala hal jam tayang berubah menjadi 15.30,” tegasnya.

Terkait desas-desus pemindahan tempat ini karena Persebaya pemilki hak menggelar laga final digeser ke stadion lain, Amir menegaskan bahwa keputusan tersebut murni karena kondisi GBT yang memang tidak bisa digunaka untuk melangsungkan pertandingan.

Dipilihnya Stadion Gelora Delta Sidoarjo juga disebut Amir disertai alasan yang jelas. Kondisi lapangan serta fasilitas penunjang yang layak, menjadikan Panitia Pelaksana (Panpel) memutuskan menggelar partai final di Sidoarjo.

“Ini sesuai kesepakatan kita di Rakorpam (Rapat Koordinasi Pengamanan) pertama pada Minggu 16 Februari 2020, bahwa pemenang antara Persebaya melawan Arema akan ditetapkan sebagai tuan rumah. Namun, karena kondisi Stadion GBT tidak memungkinkan, maka terpaksa harus dipindahkan,” jelasnya.

Menanggapi pemindahan tempat tersebut, Persija Jakarta nampaknya tak terlalu menghiraukan. Dikatakan, pemain senior Tony Sucipto menegaskan konsentrasi pemain tidak terpengaruh perubahan lokasi penyelenggaraan.

“Pertandingan digelar di manapun kita tidak mau pikirkan, kita fokus pada tugas sebagai pemain. Karena ini masih pramusim, yang kita harapkan karakter tim dapat terbentuk dan menambah kekompakan,” tutur Tony.

Lebih lanjut, mantan pemain Timnas Indonesia itu menyatakan tim berjuluk Macan Kemayoran juga tidak memiliki jelang laga tersebut. Sudah mengenal satu sama lain, menjadi alasan pihaknya tak terlalu memikirkan strategi khusus untuk menghadapi Persebaya. “Persiapan final sama seperti laga lainnya. Karena waktunya singkat kami hanya fokus mengembalikan kondisi fisik,” tuntasnya. (gie/fin/tgr)

  • Dipublish : 20 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami