Fitriani Terhenti, Ganda Putri Tampil Apik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BASEL – Pasangan putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil mengatasi lawan pertamanya di World Championships 2019. Kondisi ini berbeda dengan apa yang dialami Tunggal putri Indonesia Fitriani terhenti di putaran kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019, setelah kalah oleh Tai Tzu Ying dari Taiwan.

Greysia Polii/Apriyani tampil meyakinkan dengan meluma pasangan Anastasiia Akchurina/Olga Morozova (Rusia) 21-13, 21-12 dan memastikan diri ke babak tiga. Sebelumnya Greysia/Apriyani mendapat bye di babak pertama.

Tak banyak kesulitan yang dihadapi pasangan Indonesia ini di game pertama. Meski sempat mendapat perlawanan di game berikutnya, Greysia/Apriyani tetap mampu melesat membukukan kemenangan usai main selama 49 menit.

“Lawan pasti kan nggak mau ngasih kemenangan mudah. Jadi kami harus fokus, tahan terus untuk menang di pertandingan pertama,” kata Greysia ditemui di St. Jakobshalle Basel, Swiss, kemarin (21/8).

Selanjutnya di babak tiga, Greysia/Apriyani masih menunggu lawan, antara Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria) dengan Delphine Delrue/Lea Palermo (Perancis). “Pertandingan berikutnya disiapin lagi pikiran dan mentalnya. Terus enjoy juga. Pokoknya disiapkan buat siapapun lawan kedepannya,” timpal Apriyani.

Greysia/Apriyani punya capaian yang cukup bagus tahun lalu di kejuaraan ini. Mereka berhasil membawa punya medali perunggu World Championships 2018 di Nanjing, Tiongkok lalu. Namun begitu keduanya mengaku tak ingin terbeban dengan hasil tersebut. Kini, kata Greysia/Apriyani, mereka ingin fokus satu demi satu lawan yang akan dihadapi kedepannya.

“Kami mau positif terus. Tahun lalu kami di semifinal itu tinggal sejarah buat kami. Kami nggak mau fokus ke situ. Tapi kami ingin cetak lagi sejarah yang baru. Kami harus berjuang dari awal lagi,” tukas Greysia.

Ya, hasil baik ini tidak diikuti tunggal putri Indonesia Fitriani. Ia kalah oleh Tai Tzu Ying dari, Fitriani kalah dalam dua gim oleh pebulu tangkis unggulan kedua asal Taiwan tersebut 15-21, 14-21. Fitriani mengaku sempat tegang pada awal gim pertama, sementara lawannya sudah menekan sejak awal sehingga ia banyak dikendalikan oleh lawan.

Pemain pelatnas tersebut hanya mampu mengimbangi angka lawan hingga 6-6 sebelum tertinggal jauh. “Tadi Fitri sih sudah berusaha buat lebih ngontrol, buat lebih lepas mainnya, tapi memang lawannya mempunyai pukulan yang matang dan variasinya juga banyak, jadi Fitri jadi kayak terkontrol oleh dia. Akhirnya ketinggalan, ketinggalan,” ujarnya.

Pada gim kedua, sempat tertinggal 5-11 saat interval, Fitriani mengaku memperbaiki permainannya sehingga memperoleh empat poin beruntun untuk memperpendek jarak angka, bahkan unggul 14-13.”Gim kedua sempat ramai di 14-14 gitu, cuma dari situ Fitri kecolongan lagi, pengen buru-buru nyerang jadi mati sendiri,” ujar pemain peringkat 28 dunia tersebut.

Tersingkirnya Fitriani menyisakan Gregoria Mariska Tunjung pada sektor tunggal putri Indonesia. Pemain unggulan 14 itu akan bermain pada putaran ketiga atau babak 16 besar melawan unggulan tujuh asal Thailand Ratchanok Intanon.

(ful/fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 22 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami