Gaji Ke-13 PNS Hanya untuk Eselon III ke Bawah dan Pensiunan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Yang ditunggu-tunggu PNS, anggota TNI-Polri, dan para pensiunan akhirnya datang juga. Pemerintah memastikan gaji ke-13 cair Agustus.

’’Pembayaran gaji ke-13 direncanakan dilakukan pada Agustus 2020. Untuk pelaksanaan ini kami akan mengeluarkan revisi dari regulasi yang ada,’’ kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui video conference di Jakarta, kemarin (21/7).

Namun, tidak semua PNS akan menerima gaji ke-13. Dana tersebut hanya diberikan kepada eselon III ke bawah dan pensiunan.

Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran Rp 28,5 triliun.

Ani –sapaannya– memerinci, alokasi dana itu tersebar ke dua pos. Yakni, aparatur sipil negara (ASN) pusat Rp 14,6 triliun dan PNS daerah atau yang masuk dalam APBD Rp 13,89 triliun. ’’Ini untuk gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji di pusat sebesar Rp 6,73 triliun, sedangkan pensiunan Rp 7,86 triliun,’’ jelasnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, pencairan gaji ke-13 tidak berlaku pada pejabat negara, pejabat eselon I dan II, serta pejabat setingkat. Sama dengan kebijakan pencairan tunjangan hari raya (THR). Keputusan tersebut diambil pemerintah untuk penghematan anggaran akibat pandemi Covid-19. ’’Banyak tambahan anggaran yang muncul untuk penanganan Covid-19, pemberian bansos, dan pemulihan ekonomi. Sehingga pemerintah melakukan pengelolaan APBN agar betul-betul fokus menangani Covid dan dampaknya ke sosial ekonomi,’’ urai Ani.

Pemerintah juga akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas PP 19/2006 tentang Pemberian Gaji, Pensiunan, atau Tunjangan Ketiga Belas kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiunan atau Tunjangan.

Juga, merevisi PP 38/2019 tentang Perubahan atas PP 24/2017 tentang Pemberian Penghasilan Ketiga Belas kepada Pimpinan dan Pegawai Non-PNS pada Lembaga Nonstruktural. Revisi tersebut terkait pembayaran gaji ke-13 yang tidak diperuntukkan semua tingkatan atau hanya PNS golongan tertentu.

Menurut dia, pencairan gaji ke-13 itu diharapkan bisa menjadi stimulus ekonomi Indonesia di tengah pandemi. Pemberian gaji ke-13 juga diharapkan bisa meningkatkan konsumsi PNS. ’’Terutama dikaitkan dengan tahun ajaran baru dan kondisi Covid-19 sehingga bisa meningkatkan belanja ASN, anggota TNI-Polri, dan pensiunan,’’ katanya.

Direktur Riset CORE Piter Abdullah memandang pencairan gaji ke-13 untuk PNS memang amat diperlukan, terlebih bagi ASN eselon bawah. ’’Tapi, saya yakini kebijakan ini tidak akan signifikan mendorong perekonomian. Berpengaruh menahan laju perlambatan iya, tapi tidak bisa diharapkan membuat pertumbuhan ekonomi kita menjadi positif,’’ tutur Piter kepada Jawa Pos kemarin.

Dia menambahkan, selama pandemi masih berlangsung dan belum dapat dikendalikan, perlambatan ekonomi tidak bisa dielakkan. Dengan kondisi itu, Piter berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang akomodatif.

’’Yang bisa dilakukan adalah menahan agar kontraksi ekonomi tidak terlalu dalam. Upaya menjaga demand dengan, misalnya, memberikan gaji ke-13 memang harus dilakukan,’’ katanya. (jp)

  • Dipublish : 22 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami