Gara-Gara Corona, Rp.167,9 Triliun Modal Asing Keluar dari Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyebutkan sepanjang Januari hingga Maret 2020 terjadi modal asing keluar atau outflow yang cukup signifikan sebesar Rp167,9 triliun. Hal itu dampak dari pandemi virus corona.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, outflow terjadi juga di hampir seluruh negara di dunia. Itu karena wabah Covid-19 telah membuat investor di dunia jadi panik.

“Begitu Covid-19 itu merebak maka terjadilah kepanikan Global, tidak hanya pemodal asing seluruh dunia tapi juga investor asing seluruh dunia. Hanya terjadi kepanikan,” kata Perry, kemarin (31/3).

Dia menjelaskan, sejak awal Maret kemarin terjadi outflow yang besar karena investor menunggu kebijakan yang dilakukan suatu negara dalam mengatasi wabah corona dari mulai dari sisi kesehatan, fiskal hingga moneternya.

Negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) hingga Eropa telah mengeluarkan kebijakan fiskal dan moneternya. Karenanya, BI meyakini akhir Maret ini akan ada aliran modal asing masuk atau inflow.

“Kepanikan akan mereda dengan adanya langkah-langkah stimulus fiskal dari AS dan lain-lain. Pasti, investor akan memantau bagaimana langlah-langkah pencegahan konflik ini di Indonesia. Ya, bagaimana stimulus fiskal ini telah dan akan diberikan dan bagaimana Bank Sentral melakukan stabilisasi nilai tukar dan bagaimana melakukan injeksi likuiditas sebagaimana dilakukan oleh bank sentral lain,” papar dia.

Dengan demikian, BI memastikan akan selalu berupaya keras menstabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui pasar spot, transaksi mata uang Rupiah (DNDF) dan pembelian Surat Berharga Nasional (SBN) dari pasar sekunder.

“Kita harus tetap waspada, karena perkembangan bisa lebih cepat dan memerlukan langkah-langkah yang cepat. Kami pastikan bahwa Bank Indonesia akan selalu berada di pasar,” ujar dia.

Sementara itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna menilai aliran modal asing keluar dari Indenesia memang bisa terjadi kapan saja akibat lambannya penanganan wabah corona di Indonesia.

“Outflow Rp167 triliun itu di hot money yang memang karakteristiknya bisa keluar anytime. Dan itu keluar merupakan hukuman pasar terhadap pemerintah yang tidak sigap dalam menangani Covid-19,” kata dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (31/3).

Sehingga, kata dia, kurang seriusnya pemerintah menangani pandemi corona di Tanah Air membuat kehilangan kepercayaan pasar terhadap pemerintah. “Oleh sebab itu, untuk mendapatkan kepercayaan pasar, pemerintah perlu meningkatkan keseriusan dan kredibilitas dalam menangani Covid-19 ini,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani optimis pemangkasan bunga acuan oleh sejumlah bank sentral negara lain, termasuk The Fed akan mendorong modal asing masuk ke Indonesia. Adapun Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve memangkas suku bunga acuannya sebesar 0,5 persen.

Bahkan, BI sendiri juga telah menurunkan bunga acuan guna membantu menahan perlambatan ekonomi akibat virus corona. Selain itu, pemerintah telah memberikan stimulus satu dan kedua.

Stimulus pertama berupa pemberian insentif diskon tiket pesawat bagi wisatawan mancanegara dan domestik. Sementara stimulus kedua, yaknu insentif gratis pungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, 22, dan 25 kepada pekerja industri manufaktur dan perusahaan.(din/fin)

  • Dipublish : 1 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami