Gelombang Tinggi Ancam Nelayan di Selat Makassar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Angin kencang yang berembus dari Australia ke Samudra Pasifik hingga Filipina memicu angin kencang di sebagian wilayah Indonesia. Sulsel salah satu yang terimbas cukup besar. Yakni, menimbulkan gelombang tinggi.

Dilansir dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, ketinggian gelombang di Selat Makassar bagian Selatan, Selayar hingga Laut Flores berkisar 2,5 hingga empat meter. Kecepatan angin terpantau berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan mengatakan, berdasarkan hasil citra satelit menunjukkan beberapa hari ke depan siklon tropis selalu terpantau di Filipina. Arah pergerakannya menuju Tiongkok.

“Memang pergerakan angin munson tidak melalui Indonesia. Tetapi, bibitnya angin munson terbentuk di Australia menuju ke Filipina, dan melintasi wilayah Indonesia bagian tengah, sehingga angin sangat kencang beberapa waktu terakhir ini,” katanya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Iki ini menjelaskan, potensi angin kencang diikuti gelombang tinggi diprediksi terjadi hingga Oktober. Pada musim pancaroba pola angin biasa lebih tersebar. Sehingga tidak ada pemusatan energi yang menyebabkan angin kencang.

“Hingga satu pekan kedepan ketinggian gelombang di Selat Makassar antara 2,5 meter hingga empat meter. Ketinggian gelombang itu cukup berbahaya untuk pelayaran dengan kapal kecil atau nelayan, tetapi untuk kapal GT (gros tonage) besar masih aman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus mengupdate informasi tentang cuaca pada pihak pelabuhan. Hal ini guna dilakukan pengaturan izin berlayar kapal. “Kami selalu menginformasikan setiap saat jika ada perubahan,” tambahnya.

Terpisah, Humas Kesyahbandaran Utama Makassar, Sugiman membenarkan beberapa waktu terakhir ini terjadi peningkatan gelombang laut. Hal tersebut memberikan dampak yang cukup besar untuk pelayaran kapal kecil/ kayu. Namun untuk kapal GT 300 atau GT 600 ke atas tetap aman.

“Kami selalu komunikasi dengan BMKG sebelum memberikan izin berlayar, khususnya untuk kapal kecil. Tetapi, penundaan yang kami lakukan tidak sepanjang hari, karena kondisi cuaca dan gelombang berubah-ubah,” jelasnya.

Ditambahkannya, meski ketinggian gelombang hingga empat meter masih aman untuk kapal baja dengan GT besar, tetapi harus tetapdikontrol. Seperti; daya tampung maksimal. Jangan sampai lebih. Hal itu bisa memicu kecelakaan.

“Berat yang berlebih membuat kapal sangat berisiko karam jika dihantam gelombang tinggi,” tambahnya.(edo/abg)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 27 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami