Gempa Bumi di Bali, Sebagian Jember Rasakan Getaran

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id,–Sebagian warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, merasakan getaran gempa bumi tektonik 6,6 skala richter (SR) yang berpusat di selatan Bali pada Kamis pukul 00.45 WIB. BMKG Karangkates Malang menyebutkan episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 11.4 LS dan 115.04 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 305 kilometer arah selatan Kota Denpasar, Bali pada kedalaman 55 kilometer dan tidak berpotensi terjadinya tsunami.

”Saat terjadi gempa saya merasakan tempat tidur bergerak-gerak hanya beberapa detik saja. Saya langsung bangun dan ke luar rumah,” kata Fatimah, salah seorang warga Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember seperti dilansir dari Antara pada kamis (19/3).

Anak-anak Fatimah yang belum tidur dan masih nonton televisi, juga merasakan getaran. ”Kami langsung keluar rumah dan setelah tidak ada getaran lagi, kami segera masuk ke rumah dan untuk beberapa saat tidak bisa tidur karena khawatir ada gempa susulan,” tutur Fatimah.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang Musripan mengatakan, pada 19 Maret 2020 pukul 00.45.38 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa tektonik. ”Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter awal dengan magnitudo M=6,6 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 11.4 LS dan 115.04 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 305 km arah selatan Kota Denpasar, Bali, pada kedalaman 55 km,” kata Musripan.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi dan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

”Guncangan gempa bumi itu dirasakan di Denpasar, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram, Kuta, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok Utara, dan Jember,” tutur Musripan.

Musripan mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sehingga masyarakat juga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. ”Periksa dan pastikan bangunan cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” ujar Musripan. (jp)

  • Dipublish : 19 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami