Gerakan Moral, Gaji Pertama Menkes Akan Disungbangkan ke BPJS Kesehatan

Menteri Kesehatan Terawan melakukan senam pagi bersama karyawan Kementerian Kesehatan, Jumat (25/10/19). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Menteri Kesehatan Terawan melakukan senam pagi bersama karyawan Kementerian Kesehatan, Jumat (25/10/19). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Sehari setelah serah terima jabatan, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto langsung membuat gebrakan. Mantan direktur utama Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta itu menyatakan ingin menyumbangkan gaji dan tunjangan kinerja (tukin) pertamanya untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Niat tersebut disampaikan setelah melakukan sidak di kantor BPJS Kesehatan di Jakarta Pusat kemarin pagi (25/10). Sebelum berkeliling, Terawan yang mengenakan setelan olahraga menggelar rapat dengan jajaran direksi BPJS Kesehatan yang dipimpin Fachmi Idris. Mereka membahas masalah-masalah dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satunya tentang defisit BPJS Kesehatan yang hingga akhir tahun nanti diperkirakan mencapai Rp 32,84 triliun.

”Saya sepakat dengan Pak Fachmi untuk melakukan gerakan moral. Dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengawalinya untuk membantu defisit ini dengan cara, kalau pribadi saya, saya akan serahkan gaji pertama sebagai menteri dan tukin saya juga nanti,” paparnya.

Gerakan tersebut, lanjut Terawan, sangat dimungkinkan untuk diikuti secara masif oleh karyawan di bawah komandonya. Tentu tanpa paksaan karena sifatnya sukarela. ”Pak Sekjen sudah menyetujuinya. Ingat lho, ini pribadi, bukan institusional. Ini imbauan,” sambung dokter spesialis radiologi tersebut.

Disinggung soal besaran gaji dan tukinnya, pria berkacamata itu mengaku belum tahu. Daripada sibuk menerka, Terawan lebih memilih langsung menyerahkan. Dia percaya, agar berkah, gaji pertama sebaiknya tidak digunakan untuk pribadi. ”Kalau dihitung mungkin tidak banyak. Tapi, saya tergerak untuk bisa berkontribusi,” tuturnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. (HENDRA EKA/JAWA POS)

Terawan tak khawatir akan diprotes istri. Sebulan kerja, kok pulang tidak membawa gaji. Mengenai hal itu, dia mengeluarkan guyonan. ”Nggak papa, uangnya (istri, Red) sudah banyak,” ucapnya lantas tertawa.

Agar dana sumbangannya tersebut dapat digunakan, BPJS Kesehatan bakal membuat aturan khusus. Upaya itu juga ditempuh untuk mengantisipasi adanya potensi pelanggaran aturan tertentu. Layaknya dana hibah.

Urusan defisit memang menjadi perhatian serius Terawan. Menkes sudah membentuk tim kecil dari unsur Kemenkes dan BPJS Kesehatan untuk membahas defisit secara terperinci. Mengurai persoalan dan segera menentukan langkah strategis guna mengatasi masalah tersebut.

Terawan mencontohkan kasus jantung yang tagihannya mencapai Rp 10 triliun. Rencananya, dia memanggil ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki). Dia ingin ada optimalisasi manfaat. ”Bukan kendali, tapi optimalisasi. Ya, kalau melakukan tindakan, ya harus dioptimalkan. Karena terkadang sebuah tindakan belum berarti optimal. Misalnya yang tidak perlu,” paparnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyambut positif spontanitas yang dilakukan Terawan. Menurut dia, tindakan tersebut out of the box.

”Beliau tiba-tiba tadi bilang, Pak Fachmi, saya ingin menyumbangkan gaji pertama untuk kemudian masuk dalam program yang dikelola BPJS,” katanya menirukan ujaran Menkes.

Fachmi mengaku segera menyiapkan regulasi terkait hal tersebut. Dengan demikian, dana sumbangan dari masyarakat dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai ketentuan. ”Jadi, jangan dilihat nilainya, tapi dilihat niatnya. Itu yang kami apresiasi dari Pak Menteri,” ungkapnya.

Kedatangan Terawan menjadi kejutan tersendiri baginya. Fachmi mengaku sempat meminta kepada Terawan untuk melakukan koordinasi khusus guna membahas JKN. Siapa sangka, permohonan tersebut disambut baik, bahkan langsung disanggupi. ”Yang membuat saya surprised, beliau langsung (bilang) oke Pak Fachmi, saya besok ke bpjs. Ini saya agak nervous juga didatangi beliau,” ungkapnya. (jp)

  • Dipublish : 26 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami