Gubernur Ajak Cinta Tenun NTT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KUPANG,– Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mencintai kain tenun dan juga tenun ikat NTT.

Pasalnya, tenunan merupakan hasil karya seni yang bernilai tinggi. Bahkan hasil karya imajinasi yang luar biasa dari para penenun NTT sejak ratusan tahun lalu.

Menurutnya, ratusan tahun lalu, leluhur dengan peralatan yang sangat sederhana mampu menciptakan sebuah inovasi yang bernilai seni tinggi. “Maka saat ini sebagai gubernur, saya mendorong agar kita semua mampu melahirkan karya seni yang lebih luar biasa agar ciri khas NTT semakin dikenal oleh dunia luar,” kata gubernur usai melepas 93 peserta karnaval dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Karnaval tahun ini berbeda dari sebelumnya. Peserta mengenakan tenunan dari seluruh daerah di NTT. Bahkan dari setiap kabupaten. Peserta dengan berjalan kaki dari ujung Jalan El Tari menuju Jalan Herewila melalui depan Mapolda NTT. Lalu ke Jalan Palapa menuju pertigaan Kantor Pos Indonesia dan belok ke Jalan W. J. Lalamentik. Sebanyak 3.000-an peserta itu kembali finis di depan Gedung Sasando melalui Jalan W. J. Lalamentik.

Di antara ribuan peserta itu, tampak istri gubernur yang juga Ketua Tim Penggerak PKK, Julie Laiskodat Sutrisno dan putra pertamanya ikut dalam karnaval tersebut.

“Salah satu bentuk kecintaan kita kepada provinsi ini, yakni mengenakan hasil karya imajinasi luar biasa dari para penenun di NTT,” kata gubernur lagi.

Sebagai orang NTT, lanjut gubernur, harus berbangga mengenakan tenunan khas NTT. Karena saat ini tenunan dari NTT semakin dikenal bukan saja di level nasional, tapi juga di dunia internasional.

Hadir dalam acara pelepasan peserta karnaval, yakni Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Komandan Lantamal VII Kupang Laksma TNI IG. Kompiang Ariwibawa, Kasrem 161/WS Kolonel Inf. I Kadek Subawa dan sejumlah pejabat lain.

Ketua Panitia Karnaval, I Wayan Darmawa menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap warisan intelektual leluhur.

Kegiatan tersebut juga dirancang untuk menghasilkan keuntungan langsung masyarakat dan keuntungan jangka panjang. Untuk itu, kegiatan terintegrasi antara karnaval budaya FLobamorata dengan memakai tenun ikat, tarian budaya dan kegiatan kuliner UMKM.
“Rincian peserta, pasukan Paskibra tahun 2019, 69 kelompok pemakai tenun ikat dari ASN, TNI dan Polri, pelajar, paguyuban dan BUMN. Serta dimeriahkan oleh 18 drum band pelajar,” tutupnya. (cel/sam)

Sumber: timorexpress.fajar.co.id
  • Dipublish : 21 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami