Gubernur Sulsel Akui Luwu Timur Jadi Klaster Baru Pasien Covid-19, Makassar Diharapkan Lebih Ketat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mengungkapkan, Kabupaten Luwu Timur menjadi klaster baru penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel.

“Saya ingin mengatakan bahwa hari ini kita masih tersisa Luwu Timur sebagai klaster baru,” ungkap Nurdin Abdullah melalui virtual bersama promotor kesehatan masyarakat BNPB, dr Luna Kamal dan Ketua AJI Kota Palu, dalam acara “Masa Transisi di Sulawesi: Strategi dari Zona Merah ke Zona Hijau”, Rabu, 10 Juni 2020.

Selain Luwu Timur, Nurdin Abdullah juga menyampaikan, masih ada ada Kabupaten Maros dan Kota Makassar yang sementara diatasi.

“Kedua adalah Maros dan Makassar. Tinggal tiga itu, yang lain saya kira Insyaallah belum ada lagi transmisi lokal,” tambahnya.

Adapun Kabupaten Toraja Utara sudah dinyatakan masuk zona hijau atau sama sekali tidak ada penularan Covid-19. “Sulawesi Selatan itu yang tidak ada satupun yang terkontaminasi positif itu Toraja Utara,” katanya.

Sementara untuk kabupaten kota yang memiliki PDP, ODP, OTG maupun positif dipusatkan penanganannya di Kota Makassar.

“Memang beberapa kabupaten kita sinergi, program yang kita kemas dalam Wisata Covid-19. Semuanya yang ada di kabupaten itu dibawa ke Makassar, di isolasi di Makassar,” jelasnya.

Sementara yang dianggapnya masih zona merah adalah Makassar. “Yang merah itu Makassar, karena memang kemarin ini ada pelonggaran yang dilakukan Pemkot, padahal kita berharap Makassar ini adalah episentrum penularan utama, maka kita ingin Makassar lebih ketat lagi,” pungkasnya. (rls/fajar)

 

  • Dipublish : 10 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami