H Zainal Basri Palaguna Dimakamkan di Bone, Samping Makam Ayahnya

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco mendoakan almarhum HZB Palaguna, Rabu kemarin
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco mendoakan almarhum HZB Palaguna, Rabu kemarin
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR, FAJAR–Gubernur Sulsel periode 1993-2003 H Zainal Basri Palaguna telah berpulang. Dialah sosok yang mengantar Sulsel melewati masa krisis.

KABAR kepergiannya, tersebar begitu cepat. Para tokoh pun berdatangan di rumah duka, Jalan Hertasning Raya Nomor 28, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Rabu sore, 2 Oktober.

Ada Gubernur-Wagub Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Pj Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb, Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, dan lainnya.

H Zainal Basri Palaguna meninggalkan istrinya Nurmi Palaguna, empat orang anak (Rini Batara Bintang, Eni Batara Maya Palaguna, Siska Mara Bintang, dan Mawang Batara Soli), beserta cucu. Mawang terlihat sangat terpukul atas kepergian ayahnya.

“Kami sedang tunggu dua orang kakak saya dan cucu bapak. Ada dari Jakarta, Bandung, dan Semarang,” kata Mawang dengan mata berkaca-kaca.

Lelaki berusia 48 tahun ini sesekali melirik ke foto keluarga yang terpajang di dinding ruangan tamu. Berusaha mengembalikan kenangan bersama ayahnya yang tersimpan di memori kepala.

“Bapak sangat penyayang juga tegas. Pesannya singkat. Berbuat baiklah kepada sesama. Kejarlah ilmu pengetahuan,” bebernya lalu pamit mendekati ibunya, dan menerima para tamu yang berdatangan.

Suami Eni Batara Maya Palaguna, Juniar Arge, terus mendampingi para keluarga H Zainal Basri Palaguna. Ia juga sangat kehilangan sosok ayah yang banyak memberikan pengetahuan politik.

“Jujur, saya tak pernah melihat bapak marah. Bapak sangat penyayang, dan selalu berpesan menjaga keluarga,” kata mantan anggota DPRD Makassar itu.

H Zainal Basri Palaguna, mengembuskan napas terakhir pukul 16.10 Wita di kediamannya. Tak ada penyakit serius, hanya batuk kecil dan luka cedera di bagian lutut kanannya yang kambuh dan menjalani terapi, sejak tahun lalu.

“Satu pekan terakhir memang bapak agak malas makan. Tapi dua hari kemarin sudah mulai membaik. Tapi yah, Allah berkata lain, hari ini bapak dipanggil,” ungkap Juniar dengan mata berkaca-kaca.

Kamis, 3 Oktober sekitar pukul 11.00 Wita, akan dilakukan proses pemakaman. Lokasinya di Lapri, Kabupaten Bone. “Perbatasan Bone-Soppeng itu lokasinya. Dimakamkan dekat makam orang tua bapak,” imbuhnya.

Tokoh Panutan

H Zainal Basri Palaguna telah menjadi tokoh yang menginsprisi warga Sulsel. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah salah satu pengagumnya.

“Beliau sosok yang sangat tegas. Berwibawa punya jiwa kepemimpinan. Itu kami kagumi. Beliau panutan kami,” kata Nurdin di rumah duka.

H Zainal Basri Palaguna berhasil melalui masa-masa krisis. Saat krisis moneter melanda Indoensia 1998, Sulsel justru tenang. Bahkan, petaninya gembira, harga coklat yang tinggi membuat petani sejahtera.

Sebagai pensiunan tentara dengan pangkat Mayor Jenderal, kedisiplinan dimiliki HZB Palaguna. “Integritas itu dimiliki. Beliau berhasil membangkitkan perekonomian petani,” ungkapnya.

H Zainal Basri Palaguna juga berjiwa besar. Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman sempat merasakan kebaikan itu. “Waktu itu saya masih kelas empat SD. Beliau membantu Pak Mentan,” kata Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di rumah duka.

Saat itu, kaka Sudirman Sulaiman berhasil merancang sesuatu. Temuan itu mendapat dukungan penuh dari H Zainal Basri Palaguna. “Diberikan semangat dan rekomendasi paten penemuan. Termasuk memberikan ongkos Rp10 juta,” ungkapnya.

Kebaikan itulah yang tak dilupakan oleh kekuarga Sudirman Sulaiman. “Selalu memberikan semangat. Kami tak melupakan ini. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah,” ucapnya mengirim doa.

Kabaikan HBZ Palaguna, juga diketahui Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe. “Beliau sosok yang tegas, dan baik. Beliau sangat penyang,” katanya di rumah duka.

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari H Zainal Basri Palaguna. Bagaimana ia menjadi seorang tentara yang hebat kemudian menjadi gubernur yang mampu menyejahterakan masyarakat, utamanya petani.

Karenanya, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi ikut sedih. Seluruh keluarga besar Kodam XIV Hasanuddin berduka dan mendoakan mantan Pangdam itu diberikan tempat terbaik, yakni surga.

“Jujur beliau yang saya tahu dalam sejarah, adalah termasuk tentara yang hebat. Tentara yang luar biasa khususnya zaman awal Kodam ini. Beliau bukan hanya tentara, tapi juga ahli di pemerintahan,” kata Surawahadi.

PJ Walikota Makassar, Iqbal S Suhaeb ternyata pernah mendamping H Zainal Basri Palaguna saat presentasi di Jakarta. “Saya sebagai staf membuatkan makalah bahan presentasinya. Itu mulai pertama saya berinteraksi dengan beliau,” katanya. (fjr)

 

Sumber; fajar.co.id

  • Dipublish : 3 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami