Habis Merawat, Dua Perawat RSUP Sanglah Diisolasi

Ilustrasi ruang isolasi virus korona. (Aswaddy Hamid/Antara)
Ilustrasi ruang isolasi virus korona. (Aswaddy Hamid/Antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

DENPASAR,- Setelah kematian seorang warga negara asing (WNA) positif korona di RSUP Sanglah, pada Rabu (11/3), sesuai dengan protap pengendalian Covid-19, petugas melakukan tracking kepada sejumlah orang yang berkontak langsung dengan WNA tersebut. Dari jumlah tracking itu ditemukan 21 orang dari titik mulai WNA itu datang sampai di rumah sakit.

Dua perawat yang mengawasi pasien diduga pengidap Covid-19 di RSUP Sanglah, saat ini, dilakukan pengawasan dan dirawat di ruang isolasi RSUP Sanglah pada Kamis (12/3). ”Ada dua (perawat) yang demam dan batuk. Karena ada deman dan batuk, kami masukan dalam perawatan pengawasan,” ujar Direktur Utama RSUP Sanglah Wayan Sudana.

Kini RSUP Sanglah total menangani 12 pasien dalam pengawasan dan dirawat di ruang isolasi. Mereka terdiri atas 3 WNI dan 9 WNA. Dua perawat yang mengalami demam dan batuk tersebut masuk dalam 12 orang yang masuk dalam pengawasan di RSUP Sanglah.

Hal itu karena dua perawat tersebut dalam kondisi kelelahan dan memiliki riwayat merawat pasien dalam pengawasan di ruangan isolasi. ”Tapi, kondisinya secara fisik bagus. Karena kecapean itu dan punya riwayat melayani di ruang itu,” terang Wayan Sudana. (jp)

  • Dipublish : 12 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami