Hamili Siswi SMP, Pemuda ini Divonis 8 Tahun Penjara dan Denda Rp 60 juta

TERIMA PUTUSAN: Ali Masrul usai menjalani persidangan kasus persetubuhan anak di Ruang Cakra, Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, kemarin (2/1). (HABIBAH MUKTIARA-JP Radar Kediri)
TERIMA PUTUSAN: Ali Masrul usai menjalani persidangan kasus persetubuhan anak di Ruang Cakra, Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, kemarin (2/1). (HABIBAH MUKTIARA-JP Radar Kediri)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kediri – Perbuatan cabul Ali Masrul, 27, mendapat ganjaran berat. Kemarin, pemuda asal Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar yang menghamili siswi SMP ini divonis hukuman delapan tahun penjara. Tak hanya itu, residivis pengedar pil koplo ini juga harus membayar denda Rp 60 juta.

“Apabila denda tidak dibayar, diganti dengan kurungan selama enam bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim Guntur Pambudi Wijaya pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin (2/1).

Tak ada keringanan pada hukuman Ali. Vonis hakim setara dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch. Iskandar. Sebelumnya, dia dituntut selama delapan tahun bui dan denda Rp 60 juta subsider enam bulan penjara.

“Terdakwa terbukti melakukan perbuatan dengan sengaja membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya,” terang Guntur.

Dalam pembacaan vonisnya, majelis hakim menyampaikan pertimbangan hukumnya. Adapun hal yang meringankan, selama persidangan Ali bersikap sopan, ia mengaku menyesal, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Hal yang memberatkan, perbuatannya meresahkan masyarakat dan terdakwa pernah dihukum sebelumnya,” ungkap Guntur dalam persidangan di ruang Cakra PN Kabupaten Kediri.

Ali dinyatakan melanggar pasal 81 ayat (2) juncto pasal 76D Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Setelah membacakan putusan, Guntur memberikan kesempatan pada Ali untuk menanggapi.

Mendengar hal tersebut, laki-laki kelahiran 1992 ini tampak menimbang putusan atas dirinya. Namun akhirnya dia menerimanya. “Saya menerima putusan yang diberikan,” jawab terdakwa yang pernah terlibat kasus pengedar pil dobel L ini.

Begitu pula dengan JPU Iskandar. Dia pun menerima putusan itu. Seperti diketahui, Ali tak hanya sekali menyetubuhi Bunga (nama samaran). Gadis 13 tahun itu digauli di area persawahan Dusun Tawangsari, Desa Tawang, Kecamatan Wates. Tiga kali ia melakukannya. Pada April, Mei, dan Juni 2019.

Modusnya, Ali merayu dengan janji bertanggungjawab. Akibat perbuatan asusila itu Bunga hamil lima bulan. (jp)

  • Dipublish : 3 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami