Harga Beras Thailand Naik, Bulog: Stok dan Harga Aman hingga Lebaran

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Harga beras Thailand mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Wabah virus Korona jenis baru atau Covid-19 mendorong para eksportir menahan pengiriman seiring cepatnya penularan wabah Covid-19. Seperti dilansir Reuters, Asosiasi Eksportir Beras Thailand menyebut harga beras putih naik 12 persen dari periode 25 Maret hingga 1 April 2020.

Meski demikian, Perum Bulog mengatakan pihaknya telah menyiapkan skenario untuk pemenuhan pengadaan beras dalam negeri di tengah kebijakan mitigasi wabah Covid-19 oleh pemerintah pusat maupun daerah. “Upaya pemenuhan stok yang dilakukan Perum Bulog untuk skenario jika terjadi lockdown,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam video conference, Kamis (9/4) lalu.

Buwas – sapaan akrab Budi Waseso, menjelaskan stok beras akan cukup yang sumbernya berasal dari hasil panen raya yang puncaknya diperkirakan terjadi pada pertengahan April 2020. Hingga 9 April 2020, total stok beras Indonesia berada di kisaran 1,44 juta ton yang terdiri dari cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,39 juta ton dan beras komersial sebanyak 53 ribu ton.

Buwas menuturkan, pihaknya menargetkan penyerapan terbesar beras selama tiga bulan mendatang dari target 950 ribu ton beras CBP tahun ini. Bulog akan menyerap 61 persen dari total pengadaan beras 2020 demi menjaga stok pangan dan stabilitas harga beras di masyarakat.

“Target pengadaan ditujukan untuk menjaga stok CBP tetap berada dalam rentang 1 hingga 1,5 juta ton (beras),” tuturnya.

Adapun target penyerapan tersebut, sebesar 222 ribu ton beras pada April 2020, dan 207 ribu ton untuk Mei. Sementara, Juni di kisaran 148 ribu ton. Totalnya, 577 ribu ton beras akan diserap Bulog pada akhir Juni.

Buwas berharap meski terdapat kebijakan pembatasan sosial ketersediaan stok beras selama bulan puasa hingga Lebaran, akan tetap terpenuhi. Melalui mekanisme sentralisasi pangan melalui Bulog sebagai operator akan membantu pemerataan stok di berbagai wilayah RI.

Buwas menambahkan, mekanisme penjualan pangan pokok melalui e-commerce akan menjadi strategi pemerintah dalam mempermudah akses masyarakat selama kebijakan pembatasan sosial dilakukan. “Pembelian online dapat menghindari kerumunan masal, mengurangi masyarakat ke luar rumah,” tutupnya. (jp)

  • Dipublish : 11 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami