Harga Daging Naik Rp 5.000

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MANGKUBUMI – Satu hari menjelang Ramadan, harga sembako di Pasar Induk Cikurubuk cenderung masih stabil. Hanya untuk harga daging sapi dan ayam yang mengalami kenaikan.

Petugas Kota Administrasi Retribusi dan Monitoring Harga UPTD Pasar Resik 1 Tasikmalaya H Dodi Indra mengatakan, secara keseluruhan harga bahan pokok di Pasar Cikurubuk stabil.

“Menjelang bulan Ramadan saat ini (harga) stabil. Walaupun trennya biasanya ada kenaikan untuk komoditas di pasar ini,” kata dia di kantornya, Senin (11/4/2021).

Menurut dia, hasil monitoring lapangan harga sembako tidak ada kenaikan seperti beras cenderung tetap. Apalagi saat ini masih musim panen di tingkat petani.

“Harga beras stabil dengan harga Rp 11.000 untuk harga kualitas 1 sedangkan kualitas termurah Rp 9.000,” kata dia seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Fajar Indonesia Network Grup).

Sedangkan untuk komoditas sayuran juga harganya masih stabil tidak ada kenaikan, karena pasokan masih mencukupi kebutuhan. “Pasokan stabil harga juga stabil. Meskipun ketersediaan untuk bawang bombay sedikit kesulitan karena harus didatangkan dari luar negeri, tetapi stok aman harga pun stabil,” kata Dodi.

Menurut dia, menjelang bulan puasa, memang terlihat ada kenaikan harga daging ayam dan sapi. Saat ini daging ayam setiap satu kilogram Rp 42.000 untuk boiler, sedangkan daging sapi Rp 125.000 setiap satu kilogram.

“Kenaikannya untuk daging ayam yakni Rp 4.000 yang awalnya Rp 38.000 menjadi Rp 42.000 sedangkan daging sapi mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000 yang harga awalnya, Rp 120.000 menjadi Rp 125.000,” kata dia.

Kedua komoditas itu mengalami kenaikan karena permintaan pasar yang meningkat. Apalagi saat ini H-1 menjelang bulan puasa.

“Permintaan tinggi sehingga harga naik, namun kenaikan masih wajar. Stok pun masih aman,” kata dia.

Dodi menjelaskan, selama bulan Ramadan, kenaikan harga itu selalu terjadi fluktuasi kenaikan pada komoditas pasar seperti daging ayam dan sapi ini.

“Kenaikan itu dari pengalaman kami yakni terjadi menjelang bulan Ramadan dan idul Fitri dan itu terjadi pada H-3,2 dan 1 kenaikan itu,” kata dia.

Menurut dia, sampai saat ini untuk stok komoditas di Pasar Cikurubuk stabil hingga bulan Ramadan nanti. Bahkan sampai Hari Raya Idul Fitri.

“Mudah-mudahan sampai nanti cukup, kalau melihat dari stok yang ada di pedagang,” kata dia.

Nurman (34), pedagang sembako Pasar Cikurubuk mengatakan saat ini untuk sembako tidak ada kenaikan, seperti harga terluar ayam Rp 24.000, gula pasir Rp 12.500, beras Rp 11.000 setiap satu kilogramnya.

“Alhamdulillah dari sananya tidak ada kenaikkan, makanya kami juga tidak menaikan harga,” kata dia.

Sampai saat ini stok masih aman sampai akhir bulan Ramadan, biasanya permintaan kembali meningkat pada komoditas sembako itu satu minggu sebelum hari raya idul Fitri,” kata dia.

Pedagang daging ayam, Mumun (45) mengatakan, memang saat ini untuk harga daging ayam naik sebesar Rp 4000. Kenaikan itu karena permintaan pasar yang meningkat.

“Memang menjelang bulan Ramadan biasanya meningkat, makanya harga naik,” kata dia. (ujg/FIN)

  • Dipublish : 13 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami