Harga Minyak Naik, Tapi BBM Pertamina Turun? Ini Penjelasan ESDM

Ilustrasi petugas SPBU Pertamina tengah melayani konsumen. (Dok JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Harga minyak mentah dunia saat ini tengah melonjak akibat gejolak geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Namun, beberapa perusahaan minyak dan gas menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) termasuk PT Pertamina (Persero).

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menjelaskan soal penurunan harga BBM tersebut. Meskipun harga turun, pihaknya akan melakukan evaluasi kembali dalam menentukan harga BBM secara berkala. “Turunin malah, engga apa-apa. Ya nanti kita lihat (harga BBM,red),” ucap Djoko Siswanto di Jakarta, Selasa (7/1).

Pertamina sendiri telah penyesuaian harga BBM sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Namun, Pertamina hanya melakukan penyesuaian harga pada jenis BBM Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Sementara itu harga Pertalite tidak ada perubahan. “Kan baru aja dimulai (turunin),” katanya.

Menurutnya, salah satu alasan Pertamina menurunkan harga karena mendapatkan surat dari pemerintah. “Karena saya bikin surat,” imbuhnya. Kemudian, pihaknya menegaskan bahwa tidak perlu mencemaskan anggaran subsidi yang akan membengkak ditengah lonjakan harga minyak karena tetap dihitung solar per liter dan tidak mengikuti harga minyak dunia.

“Subsidi kan fix rupiah per liter solar itu, ngga pengaruh dengan harga minyak. Ya sudah siap, kan subidi solar Rp 1.000 per liter, ngga pengaruh harga minyak berapapun ya segitu,” tutupnya.

Sebagai informasi, Kenaikan harga minyak dunia disebabkan memanasnya situasi di Irak setelah serangan udara Amerika Serikat yang menewaskan komandan Iran Wssem Soleimani pada Jumat pekan lalu.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Irak, jika pasukan AS dipaksa mundur dari negara tersebut. Baghdad sebelumnya meminta pasukan AS dan pasukan AS lainnya untuk meninggalkan Irak. (jp)

  • Dipublish : 7 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami