Harga Rempah-Rempah di Makassar Melonjak

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR,- Harga sejumlah komoditas rempah-rempah di pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, naik tinggi. Rempah-rempah itu, diyakini mampu menangkal virus korona (Covid-19), sehingga peminat cukup tinggi.

”Baik jahe biasa maupun jahe merah awalnya dijual Rp 60 ribu per kilogram, kini sudah mencapai Rp 90 ribu per kilogram,” jelas Hasnah, salah seorang pedagang di Pasar Terong, Makassar, seperti dilansir dari Antara pada Senin (9/3).

Menurut Hasnah, kenaikan harga rempah-rempah itu dipicu dengan merebaknya obat penangkal virus korona yang viral di media sosial dalam sebulan terakhir. Akibatnya, sejumlah rempah seperti jahe, jahe merah, kunyit putih, dan bumbu dapur lain naik berkisar 20 hingga 50 persen dari harga sebelumnya.

Sementara itu, Nuraminah, pedagang Pasar Kalimbu mengatakan, pedagang pengecer menaikkan harga karena harga bumbu dapur yang dibeli dari pedagang pengumpul juga naik. ”Jadi kami menyesuaikan saja harganya. Sebab, pedagang pengumpul dapat harga dari petani juga naik,” ujar Nuraminah.

Naiknya harga jahe dan temulawak di pasar tradisional tersebut, dikeluhkan pedagang minuman khas Makassar Sarabba. Minuman seperti wedang jahe itu berbahan dasar jahe. ”Jahe yang biasa kami beli Rp 60 ribu per kilogram, kini harus ditebus seharga Rp 90 ribu. Untuk kualitas kedua harganya Rp 70 ribu per kilo,” kata Rahim penjual Sarabba. (jp/jm)

  • Dipublish : 9 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami