Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

PURWOKERTO,- Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional di wilayah Purwokerto, merangkak naik. Hal itu akibat minimnya pasokan seiring dengan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasar pantauan di Pasar Manis Purwokerto pada Jumat (6/3), harga bawang merah yang sebelumnya Rp 35.000 per kilogram, naik menjadi Rp 40.000/kg. Harga cabai merah besar juga naik dari Rp 50.000/kg menjadi Rp 55.000/kg, cabai merah keriting naik dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 43.000/kg, dan harga cabai rawit naik dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 43.000/kg. Sementara itu, harga bawang putih kating bertahan pada kisaran Rp 50.000/kg setelah sempat turun secara bertahap dari Rp 70.000/kg menjadi Rp 45.000/kg.

Yuni, salah seorang pedagang di Pasar Manis mengatakan, kenaikan harga beberapa kebutuhan itu terjadi karena pasokan ke pedagang besar mengalami penurunan. ”Mungkin karena beberapa hari terakhir sering terjadi hujan sehingga pasokan dari petani ke pedagang besar berkurang. Akhirnya terjadi penyesuaian harga,” kata Yuni.

Yuni mengharapkan pasokan berbagai komoditas pertanian tersebut dapat segera kembali normal karena sekarang sudah mendekati Ramadan. Biasanya sebelum Ramadan, terjadi lonjakan permintaan dari masyarakat. ”Kalau pasokannya tetap minim, harga akan makin melonjak. Yang repot tidak hanya pembeli, pedagang pun kerepotan,” kata Yuni.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Samsun Hadi mengakui, kenaikan harga pada Februari telah berdampak terhadap inflasi di Purwokerto sebesar 2,95 persen dan Cilacap 2,30 persen. Kendati demikian, dia mengatakan, inflasi di Purwokerto dan Cilacap pada Februari masih terkendali dan berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 3 persen plus minus 1 persen.

”Pada Maret 2020, Purwokerto dan Cilacap diperkirakan mengalami inflasi. Inflasi diindikasi bersumber dari kenaikan harga komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau seiring dengan belum masuknya musim panen beberapa komoditas serta masih meningkatnya harga bawang putih karena terbatasnya impor dari Tiongkok,” kata Samsun Hadi.

Sebagai upaya pengendalian harga, kata dia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas telah melakukan beberapa kegiatan. Di antaranya pemantauan harga rutin terutama komoditas bahan pangan strategis seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan komoditas hortikultura. ”Hal yang sama juga dilakukan TPID Kabupaten Cilacap untuk pengendalian inflasi di daerah itu,” kata Samsun Hadi. (jp)

  • Dipublish : 6 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami