Hari Pertama Masih Aman

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MANILA – Tim Putri Indonesia berhasil menuai hasil gemilang di awal babak penyisihan Grup Y Badminton Asia Team Championships 2020. Hal itu dibuktikan mereka dengan membungkam tuan rumah Filipina.

Pada pertandingan yang berlangsung di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Rabu (12/2) kemarin, Greysia Polii dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Filipina dengan skor telak 5-0.

Gregoria Mariska Tunjung membuka kemenangan tim Indonesia dengan mengalahkan Airah Mae Nicole Albo, dengan skor 19-21, 21-11, 21-9. Di awal permainan, Gregoria sempat kewalahan mengatasi permainan lawan, namun ia tak menemukan hambatan di game kedua dan game penentuan.

“Di game pertama, saya masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Kalau angin sebetulnya tidak ada masalah, tapi ada bagian lapangan yang agak gelap,” ungkap Gregoria seperti dikutip FIN dari situs resmi PBSI, Rabu (12/2) kemarin.

“Lawan sebetulnya bola-bolanya polos, tapi tenaga dia kuat. Saya pernah ketemu dia waktu level junior, sudah lama sekali,”

“Di game kedua, saya merasa sudah bisa mengendalikan lawan dan tidak ada kendala seperti di game pertama. Waktu di game pertama itu saya juga banyak melakukan kesalahan sendiri,” sambungnya.

Pasangan Greysia Polii/Pariyani Rahayu menggandakan kedudukan Indonesia menjadi 2-0. Tanpa kesulitan, Greysia/Apriyani berhasil menang straight game atas Alyssa Yasbel Leonardo/Thea Marie Pomar dengan skor 21-18 dan 21-12.

Ruselli Hartawan yang turun di partai ketiga nomor tunggal putri menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Filipina. Hal itu setelah Ruselli mengalahkan Maria Bianca Ysabel Carlos dua set langsung dengan skor 21-10 dan 21-18.

“Saya bersyukur bisa menambah poin untuk tim dan menang. Kalau melihat kekuatan kan memang tim kami harus menang, prediksinya memang 3-0 duluan,” tutur Ruselli usai pertandingan.

Meski sudah memastikan kemenangan atas Filipina, namun dua partai selanjutnya harus tetap dimainkan untuk penghitungan poin klasemen grup.

Di partai keempat Indonesia menurunkan pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto . Pasangan ini-pun tak menemukan hambatan berarti saat mengalahkan Joella Geva De Vera/Lunod Chanelle dengan skor telak 21-7 dan 21-8.

Terakhir, Putri Kusuma Wardani membuat tim Indonesia menang sempurna 5-0 atas Filipina di babak penyisihan perdana ini. Putri mengalahkan Sarah Joy Barredo dalam dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-14.

“Dari awal saya diturunkan, saya mau menyumbang angka untuk tim. Tapi jujur di awal, rasa tegang itu ada. Waktu di game pertama yang poinnya ramai tadi, saya berpikir dapat satu demi satu poin dulu, main saja deh, nggak usah mikir menang-kalah dulu,” tutur Putri.

Menanggapi hasil ini, manajer tim Indonesia Susy Susanti mengaku bahwa kemenangan tersebut sudah di prediksi oleh pihaknya. Meski demikian, Susy mengaku sempat mengkhwatirkan partai terakhir.

“Hasil ini sesuai dengan prediksi, kami bersyukur bisa menang 5-0. Sebetulnya yang agak dikhawatirkan di tunggal ketiga, karena ini kan pengalaman pertama buat Putri, tapi ternyata di game pertama dia lepas, di game kedua bisa main normal,” ujar Susy.

Lebih lanjut, mantan pebulutangkis nasional itu mengaku cukup senang dengan hasil yang ditorehkan oleh tim putri Indonesia tersebut. Meski demikian, ia mengatakan para pemain putri Indonesia masih dalam beradapatasi dnegan kondisi lapangan dan pertandingan di BATC 2020 ini.

“Secara keseluruhan, atlet main cukup oke, meskipun di awal masih ada adaptasi. Seperti Gregoria, lawannya kan pemain kidal, jadi beberapa kali salah antisipasi. Di awal masih adu cepat-cepatan, datar-dataran, dan ini menguntungkan untuk lawan,” tukasnya.

Pada babak penyisihan selanjutnya, tim putri Indonesia akan bertemu Thailand, Kamis (13/2) hari ini. Pertandingan ini akan menjadi penentu siapa yang akan menduduki puncak klasemen grup Y. Thailand sementara unggul di puncak klasemen usai kemarin mengalahkan Filipina dengan skor 5-0.

Oleh sebab itu, Susy berharap kemenangan atas Filipina ini bisa menjadi modal untuk tim putri Indonesia mengahadapi tim putri dari Negeri Gajah Putih yang dinilai jauh lebih berat.

Meski demikian, Indonesia peluang tim putri Merah Putih untuk bisa mengalahkan Thailand kian terbuka setelah pemain terbaik mereka yang biasa turun di nomor tunggal putri, Ratchanok Intanon dikabarkan absen dalam kejuaran itu. Meski memiliki peluang yang cukup besar, tim putri Indonesia diminta untuk tetap mewaspadai kekuatan Thailand. (gie/fin/tgr/jm)

  • Dipublish : 13 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami