Hasil Rapid Test Positif, 3 Pekerja Smelter di Morowali Dirawat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MOROWALI – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali Ashar Ma’ruf, pada Senin (27/4), mengonfirmasi ada empat warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Keempat pasien dirawat di RSUD Kabupaten Morowali.

“Ada empat orang dirawat. Mereka dirawat di RSUD Bungku sejak Minggu kemarin. Kami sudah swab dan sudah diantar ke Makassar,” terangnya, dilansir dari Radar Sulteng (Jawa Pos Group), Kamis (30/4).

Koordinator pusat data dan informasi bencana (Pusdatina) dan juru bicara Covid-19 Morowali itu menambahkan, tiga di antara PDP berumur dewasa. Satu pasien lagi merupakan bayi. Hasil rapid test menunjukkan keempatnya positif terjangkiti Covid-19.

“Tiga dewasa karyawan (IMIP), dan satu bayi anak karyawan IMIP. Tadi, pagi swab sudah diterima di lab Makassar. Sepekan lagi baru ada hasil,” ungkapnya.

Meski hasil rapid test menunjukkan positif, Ashar menjelaskan, itu tidak menjamin pasien tersebut juga positif Covid-19 saat dites swab. “Kalau rapid test belum menjamin dia positif terinfeksi Covid-19 atau bukan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut dia sampaikan karena ada kesalahpahaman Serikat Pekerja SP-SMIP dan sejumlah pihak terkait status PDP. Dia menjelaskan, status positif atau negatif Covid-19 hanya bisa ditentukan oleh petugas tersertifikasi melalui tes swab.

Sayangnya, sampai hari ini baik petugas maupun fasilitas untuk tes swab belum dimiliki oleh Pemkab Morowali. Ashar menegaskan, informasi dari SP-SMIP dan sejumlah pihak terkait itu tidak bisa dijadikan rujukan, karena tidak didukung data valid dari Satgas Covid-19 di Morowali.

“Demikian juga informasi yang menyebutkan bahwa terdapat empat karyawan yang positif terinfeksi, hal tersebut tidak memiliki dasar pijakan data yang valid,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Bahodopi Abdul Malik menyampaikan sejak awal telah dilakukan kerja sama teknis antara Klinik IMIP dengan Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Morowali melalui Puskesmas Bahodopi. “Sesuai arahan Bupati, jika ada karyawan yang diduga terpapar, maka kita akan melakukan prosedur sesuai yang ditetapkan pemerintah pusat,” katanya.

Sebelumnya, serikat buruh bernama SP-SMIP menyebar laporan melalui media sosial. Mereka menyebutkan bahwa ada tiga karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang positif terpapar virus Covid-19.

Laporan tersebut dibuat berdasarkan hasil pertemuan kegiatan sinkronisasi upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Kegiatan diikuti oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Bahodopi dan Satgas Covid-19 PT IMIP, beberapa waktu lalu.

Ada usulan agar (Pemkab) Morowali segera melakukan tindakan tegas. Misalnya, melakukan pemeriksaan kesehatan super ketat kepada warga di Kecamatan Bahodopi.

Selain itu, ada usulan agar aktivitas produksi PT IMIP dihentikan sementara waktu. Ketua DPRD Provinsi Sulteng dan Kabupaten Morowali juga mengusulkan hal serupa. (jp)

  • Dipublish : 1 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami