Hasutan Penggerak Pelajar, Serang Polisi Pakai Gir Motor

ILUSTRASI: Kerusuhan terjadi saat demo tolak UU Cipta Kerja di Istana Negara. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
ILUSTRASI: Kerusuhan terjadi saat demo tolak UU Cipta Kerja di Istana Negara. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkap peran ketiga tersangka penggerak massa pelajar dalam kerusuhan unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta. Meskipun ketiganya masih berada di bawah umur, namun nyatanya hasutan mereka tak kalah menyeramkan dengan provokator orang dewasa.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan para tersangka membuat hasutan di grup media sosial masing-masing. Semua konten yang dibuat mengarahkan massa untuk berbuat anarkis.

“Di FB ini ada tulisan macam-macam ‘buat kawan-kawan ogut jangan lupa tanggal 20 buat polisi jatuh’. Ini ajakan di FB buat tanggal 20 ini kemudian ada juga ajakan bawa alat-alat yang berguna untuk jaga-jaga saat turun aksi jika chaos,” kata Argo, Rabu (21/10).

Adapula unggahan yang menyuruh agar setiap pelajar membawa masker, kacamata renang, pasta gigi hingga raket. “Raket itu kalau dilempar gas air mata nanti buat dipukulkan kembali,” imbuhnya.

Selain itu, para tersangka juga menghasut anggota grupnya untuk menyerang anggota polisi saat demo. Termasuk jangan takut membawa senjata tajam untuk melukai petugas. “Kemudian ‘jangan gentar, anak-anak anjing semua itu’. Itu ada semua di FB ajakanya,” jelas Argo.

“‘Dia aparat keamanan negara malah pakai senjata buat lukai kita, besok tanggal 20 jangan diam saja, bawa batu yang tajam, kaca kek, botol kek, kalau nggak gir motor tapi jangan diiket tapi lempar aja biar barbar’,” tambahnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang pemuda yang diduga sebagai penggerak pelajar untuk membuat kericuhan unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada 8 dan 13 Oktober.

”Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya telah mengamankan tiga orang ya yang memang sebagai provokasi, penghasutan, serta ujaran kebencian dan berita bohong yang tersangkut masalah demo kemarin untuk undangan yang STM itu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus seperti dilansir dari Antara Senin (19/10) malam.

Yusri kemudian mengungkapkan tiga pemuda yang diamankan tersebut berinisial MLAI, 16; WH, 16; dan SN, 17. MLAI dan WH diamankan petugas karena berperan sebagai admin grup Facebook STM Se-Jabodetabek yang memuat hasutan kepada para pelajar untuk membuat kerusuhan saat berlangsungnya unjuk rasa. Grup Facebook STM se-Jabodetabek tersebut diketahui mempunyai sekitar 20.000 anggota.

Sedangkan SN, diamankan memiliki peran sebagai admin akun Instagram @panjang.umur.perlawanan yang memuat konten hasutan dan provokasi kepada para pelajar untuk membuat kerusuhan. (jp)

  • Dipublish : 21 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami