Heboh Babi Ngepet, Ridwan Kamil Prihatin Dua Hal Ini

Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar/Antara)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar/Antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Jaringanmedia.co.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ikut prihatian atas hebohnya peristiwa babi ngepet di Sawangan, Depok yang ternyata hoaks belaka.

Dari rekayasa babi ngepet itu, Ridwan Kamil menyebut dua keprihatinannya atas masalah sosial yang kini ada di masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang mudah percaya hoaks. Apalagi pembuat hoaksnya adalah tokoh setempat.Karena akal sehat dan rasionalitas sering dikalahkan oleh hal-hal irasional,” kata Ridwan Kamil dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Jumat (30/4/2021).

Masalah sosial kedua yang diungkap Ridwan Kamil adalah tetangga yang julid.

“Sudah mah irasional juga hobi ngomporin menyiram bensin ke api. Menuduh jika tetangga kaya tapi jarang ke luar rumah artinya duitnya tidak halal,” sebutnya.

Menurut gubernur berlatar belakang arsitektur itu, seseorang bisa saja mendapatkan penghasilan yang lumayan hanya bekerja dari rumah.

“Padahal hari ini, jual beli online bisa dari rumah, jadi konsultan konten marketing, grafis, bahkan dulu saya arsitek, di awal-awal pernah kerja di rumah selama 2 tahun, mengerjakan kerjaan dari luar negeri,” jelasnya.

Untuk generasi muda, Ridwan Kami berharap lebih mawas diri atas informasi yang diterima dan tidak gampang menuduh orang lain.

“Mudah-mudahan anak cucu kita yaitu generasi z dan generasi Alpha mah jauh dari hal-hal begini. Aamiin,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kehebohan cerita babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok berujung dengan ditangkapnya seorang pria bernama Adam Ibrahim oleh kepolisian. Cerita tersebut ternyata rekayasa yang dilakukan Adam agar terkenal di kampungnya.(msn/fajar)

  • Dipublish : 30 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami