HET Sudah Berlaku, Panic Buying Minyak Goreng Masih Terjadi

Ketersediaan minyak goreng di berbagai tempat perbelanjaan masih terbatas. Misalnya, yang terlihat di salah satu minimarket di Jember. (Jawa Pos Radar Jember)
Ketersediaan minyak goreng di berbagai tempat perbelanjaan masih terbatas. Misalnya, yang terlihat di salah satu minimarket di Jember. (Jawa Pos Radar Jember)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng (migor) yang diberlakukan pemerintah belum berjalan mulus. Tak terkecuali di berbagai wilayah di Jatim.

Hingga Kamis (3/2), stok komoditas yang satu itu belum normal. Bukan hanya itu, suasana panic buying juga masih melanda warga. Aksi borong minyak goreng masih berlangsung.

Kondisi itu pula yang membuat Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali mengajak warga tak terpancing panic buying. ”Jumlah stok yang disubsidi pemerintah cukup banyak. Masyarakat tak perlu khawatir dan cukup membeli sewajarnya,” ungkapnya.

Dia menegaskan, kebijakan HET tersebut dibuat untuk menjaga stabilitas inflasi. Namun, tujuan itu bisa tak tercapai bila masyarakat memberi respons secara berlebihan. ”Itu bisa merusak rantai pasok dari hulu ke hilir,” tegas dia.

Dari pantauan di berbagai daerah, ketersediaan migor memang belum sepenuhnya normal. Di wilayah Surabaya-Sidoarjo, misalnya. Migor menghilang di sejumlah minimarket maupun swalayan.

Demikian pula di Jember. Stok migor di pusat perbelanjaan maupun pasar cukup terbatas. Situasi tersebut disebabkan distribusi minyak di Jember masih mencapai 25 persen. Kondisi itu juga terjadi di kota-kota lain.

”Bukan tidak dapat. Semuanya dapat. Cuma, distribusinya mengalami kendala,” jelas Ratna Silvia, penyuluh bidang perdagangan Disperindag Kabupaten Jember.

Dia juga tidak membantah bahwa stok minyak di toko-toko ritel pun mulai menipis. Sebab, toko-toko ritel itu belum mendapatkan kiriman dari distributor. (jpc/jm)

  • Dipublish : 4 Februari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami