Hubungan AS – Cina Makin Tegang

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Cina semakin tegang. Berkali-kali, Presiden AS Donald Trump menyerang Cina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran wabah corona (Covid-19) di dunia.

Bru-baru ini, Amerika Serikat kembali menuding Cina sengaja menyembunyikan tingkat keparahan penyebaran virus corona (Covid-19) dari dunia internasional.

Menurut laporan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menuturkan, bahwa Cina sengaja melakukan itu demi menimbun barang impor dan mengurangi ekspor bahan medis sebelum menjadi langka di pasaran karena wabah corona.

“Cina kemungkinan memotong ekspor pasokan medis sebelum menyampaikan notifikasi kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait Covid-19 sebagai penyakit menular pada Januari lalu,” bunyi laporan tersebut. Dilansir dari ABC, Senin (4/5)

Laporan itu menilai, data ekspor dan impor Cina selama kuartal pertama 2020. Laporan itu telah diedarkan kepada pemerintah federal pada Jumat pekan lalu.

“Dalam komunikasinya, Cina sengaja menyembunyikan aktivitas perdagangan dengan secara terbuka menyangkal pernah melakukan larangan ekspor masker dan pasokan medis lainnya,” kata laporan tersebut yang merujuk pada pemaparan DHS.

Sumber mengatakan, temuan dalam laporan DHS ini mendapat penilaian dengan kepercayaan sedang. Itu menunjukkan bahwa laporan tidak bisa menyimpulkan apakah tindakan pemerintah China jahat atau tidak.

Sebab, menurut sumber itu, hal yang masuk akal jika Cina melakukan serangkaian langkah utama dalam menentukan kebutuhan masyarakatnya sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi.

Sumber itu juga menyebutkan, bahwa Cina memiliki akses ke beragam bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi barang-barang yang dibutuhkan dalam menghadapi pandemi corona.

“Mereka memiliki kemampuan manufaktur yang kuat dan tenaga kerja yang dapat dengan cepat meningkatkan produksi,” ujar sumber tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengaku setuju dengan laporan DHS itu. Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak mempercayai laporan komunitas intelijen AS.

“Saya telah melihat analisis mereka. Saya telah melihat rangkuman laporan yang telah beredar secara publik. Saya tidak memiliki alasan untuk meragukannya karena itu akurat,” kata Pompeo dalam wawancara bersama ABC.

“Cina berperilaku seperti rezim otoriter, berusaha menyembunyikan, menutupi, membingungkan dan memanfaatkan WHO sebagai alat untuk melakukan hal yang sama,” sambungnya.

Pompeo bahkan menyebut, Cina patut disalahkan atas virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 3,6 juta orang di seluruh dunia ini.

“Australia setuju dengan ini, orang-orang Eropa juga mulai menganggap hal serupa. Dan saya pikir seluruh dunia memiliki kesamaan pemahaman bahwa China yang membawa virus ini ke dunia,” ujarnya.

AS terus menuding Cina menyembunyikan fakta-fakta seputar awal mula penyebaran virus corona dari dunia internasional. Washington juga bersikukuh, bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan yang bocor, bukan pasar tradisional.

Kota Wuhan yang menjadi sumber awal penyebaramn virus corona itu memang memiliki Institut Virologi. Namun, laboratorium biologi dengan tingkat keamanan tinggi itu menyangkal tuduhan tersebut.

AS bahkan, berkeras ingin mengirim tim penyelidik ke Wuhan untuk menginvestigasi hal tersebut. Namun, Gedung Putih menganggap Beijing tidak menunjukkan sikap kooperatif terhadap investigator internasional. (der/fin)

  • Dipublish : 5 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami