Hujan Lebat Berpotensi Terjadi Hingga Februari

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga awal Februari. Hujan juga akan disertai petir.

Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Prabowo meminta agar masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir. Pihaknya memprediksi hujan lebat akan terjadi sepekan ke depan atau hingga 3 Februari.

“BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (27/1).

Dijelaskannya, kondisi cuaca tersebut terjadi karena sirkulasi siklonik di sekitar perairan barat daya Lampung. Akibatnya berdampak pada terjadinya pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang di sebelah barat wilayah Sumatera Utara hingga Sumatera Selatan dan terbentuknya belokan angin di sekitar wilayah Jawa.

Sementara itu, kondisi labilitas atmosfer cukup signifikan menyebabkan peningkatan massa udara basah di beberapa wilayah Indonesia.

“Faktor tersebut menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Indonesia bagian barat,” terangnya.

Atas kondisi tersebut, diprediksi pada tanggal 28 hingga 30 Januari 2020 potensi hujan lebat akan terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan

“Pada 31 Januari hingga 3 Februari potensi hujan lebbat masih akan terjadi di Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat, status Siaga potensi banjir atau genangan pada 28-29 Januari 2020 di wilayah Sumatera Barat dan Bengkulu.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” katanya.

Mengantisipasi munculnya bencana akibat intensitas hujan yang tinggi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo meminta pejabat daerah untuk serius melakukan upaya penanggulangan.

“Tanpa ada keseriusan, tanpa fokus bekerja mengabdi untuk rakyat akan susah. Seluruh pejabat diharapkan bisa lebih peduli, terutama dalam menghadapi musim-musim hujan begini,” katanya.

Doni menilai keseriusan pejabat daerah dan pihak terkait bisa ditunjukkan dengan terus meningkat koordinasi. Menurutnya, perlu adanya koordinasi dari hulu hingga ke hilir.

“Kalau perlu tidurnya dikurangi, siaga terus, koordinasi antara hulu dengan hilir,” tegasnya.

Doni menyampaikan salah satu cara untuk memudahkan koordinasi antara pejabat daerah dan pihak terkait yakni dengan membentuk grup WhatsApp.

Sehingga, mereka bisa terus berkoordinasi dan dapat memperoleh informasi yang valid untuk diteruskan kepada masyarakat.

“Bentuk grup-grup WhatsApp ya, untuk mendapatkan data yang benar. Jangan terpengaruh oleh hoaks-hoaks ya berita-berita bohong. Sehingga, masyarakat juga mendapat informasi yang akurat,” katanya.(gw/fin/jm)

  • Dipublish : 28 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami