Ibu Kota Pindah, Anies: Pembangunan di Jakarta Dipercepat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak mempersoalkan ibu kota akan dipindah ke Kalimantan Timur. Dia memastikan kondisi perekonomian di Jakarta akan tetap berjalan, meski tak lagi menyandang status Daerah Khusus Ibu Kota (DKI).

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memastikan pembangunan di Jakarta akan tetap dilanjutkan. Bahkan, dia menyebut akan dipercepat sampai puncaknya pada 2030 mendatang.

“Ibu kota, pusat pemerintahan, memang direncanakan berada di Kalimantan Timur, tetapi kegiatan pembangunan di Jakarta tidak otomatis berhenti. Justru itu akan dipercepat,” ujar Anies di Stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta, Senin (26/8).

Anies menuturkan, pemerintah pusat saat ini tengah membahas komitmen pendanaan pembangunan Jakarta hingga 2030 mendatang. Menurutnya, pendanaan akan dibagi dalam 3 fase. Yakni fase jangka pendek, 2019-2020 fase menengah 2022-2025, dan fase panjang 2025-2030.

Pembahasan itu sudah masuk di meja Kementerian Keuangan. Disusun bersama pemprov DKI Jakarta, Kementerian Keuangan melalaui PT SMI dan PT PII. Kemudian Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kementerian Perhubungan.

“Sekarang sedang diterjemahkan dalam bentuk penganggaran. Nanti ketika sudah final semua, baru diumumkan,” tukas Anies.

Seperi diketahui, akhirnya Presiden Jokowi memutuskan lokasi ibu kota negara (IKN) yang baru yakni di Kalimantan Timur. Pengumuman itu disampaikan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).
“Lokasi paling ideal adalah di bagian Kabupatan Paser Utara dan sebagian di Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Jokowi.

Pemindahan lokasi ibu kota negara tersebut sudah menjadi wacana sejak Presiden Ir. Soekarno. Upaya itu baru terlaksana pada kepemimpinan Presiden Jokowi.

Alasan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur karena saat ini DKI Jakarta sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, ‎bisnis, keuangan, perdagangan, jasa, bandara, dan pusat pelabuhan terbesar di Indonesia. (jp)

 

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 27 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami