Ibukota Masih Berstatus PSBB

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Ibukota Jakarta masih berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat diminta untuk tetap disiplin mengikuti aturannya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan masyarakat untuk tetap mengikuti aturan-aturan selama penetapan PSBB. Sebab hingga saat ini PSBB masih berlaku.

“Corona ini masih ada, karena itu kita masih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar, masih PSBB,” tegasnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (14/6).

Dijelaskannya, selain mewajibkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan, instansi terkait juga masih intensif mencari orang-orang yang sudah terpapar tanpa gejala.

“Kalau mereka tahu sudah terpapar agar bisa isolasi diri atau perlu dirawat, segera bisa dirawat,” katanya.

Dikatakannya, peningkatan pasien COVID-19 di ibukota beberapa pekan terakhir, merupakan hasil dari upaya Pemprov DKI mendeteksi pasien secara intensif.

“Jadi kita malah mengaktifkan pencarian kasus, jadi namanya ‘active case finding’ itu kita kerjakan, karena itulah kita mendapatkan positif lebih banyak,” ujarnya.

Selama wabah COVID-19 masih ada, lanjut Anies, pengetesan kesehatan terhadap masyarakat akan terus diaktifkan.

“Jangan sampai kita mengurangi pengetesan supaya grafiknya kecil, supaya angkanya turun dengan mengurangi pengetesan, wah bahaya itu,” katanya.

Diterangkannya, selama masa transisi normal baru, pencarian orang terpapar COVID-19 akan terus diintensifkan. Bahkan hingga dua kali lipat. Dampaknya peningkatan kasus. Dan ini berarti deteksi dini berjalan dengan baik.

“Justru karena kita melakukan transisi maka pengetesan diaktifkan dan kalau dapat angkanya lebih banyak kita lebih bersyukur, kenapa? Jadi mereka bisa isolasi, mereka bisa dirawat,” ujarnya.

Dijelaskannya, tes cepat maupun tes usap bukan bertujuan untuk menurunkan grafik pasien. Namun untuk mendeteksi dini serta menyelamatkan warga Jakarta dari ancaman COVID-19.

“Kalau kita tidak meningkatkan pengetesan, kan pengetesan itu sekarang hampir dua kali lipat tiap hari, tujuannya menyelamatkan warga, jadi bukan bertujuan menurunkan grafik,” katanya.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kembali menegaskan bahwa kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan adalah yang terpenting.

“Betapa pun semuanya sudah baik, berbagai regulasi, aparat, dan sanksi yang berat sekalipun tidak ada artinya tanpa dukungan dari masyarakat, pihak swasta, dunia usaha (serta) berbagai komunitas (dan) ormas. Untuk itu, kami minta seluruh warga patuh, taat dan disiplin mematuhi ketentuan yang ada. Karena, menurut para ahli/pakar, 80 persen keberhasilan kita menyikapi virus (COVID-19) ini ditentukan oleh sikap dan perilaku warga itu sendiri. Semua harus ada kesadaran diri untuk pribadi, lingkungan, keluarga dan semua yang hadir. Saling mengingatkan sesama kita untuk mematuhi. Itu cara yang paling efektif agar kita bisa keluar dari masalah ini,” terangnya.

Terkait penerapan status PSBB yang masih berlaku di Jakarta, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya belum memberlakukan aturan ganjil-genap mulai Senin (15/6).

“Belum berlaku,” katanya.

Dijelaskannya, pemberlakuan aturan ganjil-genap adalah wewenang Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

“Sementara Polda Metro Jaya hanya menjalankan tugas atau aturan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta,” katanya.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo membenarkan aturan ganjil-genap kendaraan bermotor belum mulai diterapkan. Menurutnya pemberlakuan aturan tersebut tergantung kondisi lalu lintas dan kapasitas angkutan umum.

“Kami akan melakukan kajian dan upaya-upaya agar masyarakat waspada terhadap pelaksanaan masa transisi. Masih ada pembatasan untuk orang tetap berusaha di rumah, tidak melakukan kegiatan yang tidak penting,” katanya.(gw/fin)

  • Dipublish : 15 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami