Ichsan Yaslin Limpo, Pelopor Pendidikan Gratis Itu Telah Pergi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR— Innalillahi Wainnailaihi Rajiun! mantan Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo meninggal dunia. Pelopor pendidikan gratis itu pergi untuk selamanya.

IYL begitu Ichsan Yasin Limpo biasa dipanggil meninggal sekitar pukul 08.00 waktu Jepang atau sekitar pukul 07.00 Wita.

Kabar duka itu bersahut-sahutan di grup WhatsApp Selasa 30 Juli 2019 pagi. Pengirimnya Kabiro Humas Pemprov Sulsel, Dhevo Khaddafi yang tak lain ponakan dari IYL.

Apa betul? ” Iya. Doakan beliau yang terbaik,” kata Dhevo singkat.

Mantan Bupati Kabupaten Gowa dua periode itu sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura, sebelum dirujuk ke di Rumah Sakit Juntendo, Kota Tokyo, Jepang. Namun, setelah dirawat beberapa pekan, dia meninggal dunia.

Ichsan diketahui menderita sakit paru-paru. IYL adalah salah satu tokoh politik yang dikenal peduli terhadap dunia pendidikan. Atas dedikasinya di bidang pendidikan itu, dia juga dikenal sebagai pelopor pendidikan gratis Gowa dan Sulsel secara umum.

IYL memulai karier politiknya di berbagai organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahawiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat dan organisasi politik.

Petualangan politiknya berawal saat ia sukses duduk di DPRD Sulsel pada periode 1999-2004 dan 2004-2005. Kemudian dilanjutkan dengan mampu keluar sebagai pemenang dalam pesta demokrasi di Kabupaten Gowa yang mengantarnya sebagai Bupati Gowa Periode 2005-2010 dilanjutkan 2010-2015.

Sepuluh tahun masa jabatannya di Gowa, Ichsan Yasin Limpo, sukses besar membangun sumber daya manusia (SDM) di daerahnya. Hal itu berawal dari keberaniannya membuat kebijakan di sektor pendidikan.

Di awal masa jabatannya sebagai bupati pada 2005, Ichsan berani keluar dalam zona nyaman sebagai kepala daerah dengan memfokuskan alokasi APBD Kabupaten Gowa di sektor pendidikan. Ia memulai dengan mencanangkan program pendidikan gratis untuk tingkat pendidikan dasar.

Keberaniannya memprogramkan pendidikan gratis adalah yang pertama di Sulawesi Selatan kala itu, bahkan di Indonesia. (sah)

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 30 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami