Imigrasi Tolak Kedatangan atau Transit 126 WNA ke Indonesia

ILUSTRASI. Mulai dari 6 Februari sampai 10 Maret setidaknya ada 126 WNA yang ditolak masuk Indonesia. (Firda Lisnawati/AP)
ILUSTRASI. Mulai dari 6 Februari sampai 10 Maret setidaknya ada 126 WNA yang ditolak masuk Indonesia. (Firda Lisnawati/AP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sementara waktu menolak kedatangan dan transit Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok, Korea Selatan, Italia, dan Iran. Hal ini guna mencegah mewabahya virus korona (COVID-19) di Indonesia.

Plh Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting mengatakan, khusus negara selain Tiongkok memang tidak semua ditolak. Penolakan hanya ditujukan kepada mereka yang berasal dari wilayah dengan lonjakan pasien korona.

Sebagai contoh, di Korea Selatan seperti Daegu, Gyeongsang. Iran seperti Teheran, Gilan, Qom. Lalu Italia seperti Veneto, Emillia Rogmana. Dan beberapa tempat lainnya yang dianggap tengah mewabah korona.

Sedangkan bagi WNA dari Korea Selatan, Italia, dan Iran dari luar wilayah tersebut, diperbolehkan masuk ke Indonesia dengan syarat membawa sertifikat kesehatan. Serta mengisi sejumlah dokumen kewaspadaan yang disediakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Totalnya yang kita tolak (masuk Indonesia) 126 (orang). Ini dari 6 Februari sampai 10 Maret. Itu rekap penolakan WNA di tempat pemeriksaan imigrasi,” kata Jhoni di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).

Jumlah tersebut tersebar disejumlah kantor Imigrasi di Indonesia. Di antaranya Ngurah Rai (89 orang), Soekarno Hatta (22 orang), Kaualanamu (7 orang), Juanda (5 orang, Batam (1 orang), dan Batam Center (2 orang)

Mereka yang ditolak berasal dari banyak negara. Seperti Tiongkok, Rusia, Romania, Barzil, New Zealand, Armenia, Ukraina, Inggris, Maroko, Kazakhstan, Amerika Serikat, Ghana, Australias, Austria, Kanada, Uzbekistan, Jerman, Prancis, Spanyol, India, Italia, Peru, Swedia, Moldova, Malaysia, Mesir, dan Thailand.

Mereka yang dilarang masuk atau transit di Indonesia akan langsung dideportasi ke negara asal. “Langsung deportasi. tergantung pesawatnya,” tegas Jhoni.

Sementara itu, bagi WNI yang baru kembali dari 4 negara yang dilarang tersebut, Imigrasi tidak akan memberlakukan larangan masuk. Mereka semua akan kembali diterima di Indonesia.

“Tapi (mereka) dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan di bandara. Kebijakan ini berlaku sementara dan dievaluasi sesuai perkembangan yang ada,” pungkas Jhoni. (jp)

  • Dipublish : 12 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami