India Membara, Sejumlah Masjid Dibakar, 27 Orang Tewas

Sebuah Masjid yang dibakar oleh massa dalam bentrok komunal di India (Foto via BBC)
Sebuah Masjid yang dibakar oleh massa dalam bentrok komunal di India (Foto via BBC)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

NEW DELHI- Kerusuhan antara ummat Hindu dan Muslim pecah sejak tiga hari kemarin di India. Sejumlah rumah dan tempat Ibadah ummat Islam jadi sasaran amukan massa. Akibatnya, hingga Kamis (27/2), sekitar 27 orang dari pihak muslim maupun pihak Hindu dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.

Dilansir BBC, bentrokan pertama kali terjadi pada hari Minggu lalu antara pengunjuk rasa dari ummat Muslim yang menentang undang-undang kewarganegaraan baru yang kontroversial. Namun sejak itu terdapat laporan jika banyak Muslim yang diserang.

Foto-foto, video, dan akun di media sosial memperlihatkan gambaran mengerikan beberapa hari terakhir – kebanyakan gerombolan Hindu memukuli pria yang tidak bersenjata, termasuk jurnalis. Sekelompok pria dengan tongkat, batang besi, dan batu yang berkeliaran di jalanan. Massa antara umat Hindu dan Muslim saling berhadapan.

Perdana Menteri Narendra Modi mentweet pada hari Rabu (26/2) kemarin –tiga hari setelah kekerasan meletus- Dia memohon perdamaian. Dia mengatakan, telah meninjau situasi dan polisi tengah berusaha mengendalikan situasi.

Sementara itu, pemimpin oposisi, Sonia Gandhi menyerukan pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Amit Shah, dengan mengatakan dia bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

Kerusuhan berpusat di sekitar lingkungan mayoritas Muslim – seperti Maujpur, Mustafabad, Jaffrabad dan Shiv Vihar – di utara-timur Delhi. Jalan-jalan di daerah ini dipenuhi dengan batu dan pecahan kaca. Kendaraan yang rusak dan terbakar berserakan, dan bau asap dari bangunan yang membara memenuhi udara.

Banyak orang, termasuk jurnalis, tweet dan berbicara tentang massa yang menuntut untuk mengetahui agama mereka.

Setidaknya satu jurnalis foto mengatakan dia diminta melepas celana untuk membuktikan identitas agamanya. Ini juga terjadi selama kerusuhan agama di masa lalu untuk mengidentifikasi Muslim karena mereka biasanya disunat. (dal/fin/jm)

  • Dipublish : 27 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami