Indonesia Gelontorkan Dana Bantuan Internasional Rp.3 Triliun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Indonesia secara resmi meluncurkan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional atau disebut Indonesian Agency for International Development (Indonesian AID).

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, bahwa pembentukan Indonesian AID ini sudah lama diperlukan, sebagai salah satu bentuk perwujudan diplomasi tangan di atas.

“Untuk itu, Indonesia terus akan mendorong kerjasama yang lebih erat dengan negara sahabat dan mitra pembangunan, sehingga menguatkan postur Indonesia sebagai negara pemberi bantuan internasional,” kata JK, di Jakarta, Jumat (18/10)

JK menuturkan, pembentukan Indonesian AID telah menjadi komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung pembangunan dunia, terutama mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial, di antaranya melalui pemberian hibah kepada pemerintah/lembaga asing, yang saling memberikan manfaat.

“Hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan tidak kurang dari 1.000 program kerja sama teknik dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) dalam tiga bidang utama, yaitu pembangunan, good governance, dan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, lembaga bantuan tersebut untuk memperkokoh kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia melalui bidang ekonomi.

“Ini adalah endowment fund (dana sumbangan) dari APBN kita. Jadi yang dipergunakan adalah interest (bunga) dari endowment fund itu,” kata Retno.

Retno mengatakan, dananya akan bertambah terus dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini, dana yang ada sudah Rp3 triliun. Menurutnya, sistem lembaga bantuan ini seperti Lembaga Penyedia Dana Pendidikan (LPDP).

“Uangnya tidak hilang tapi interestnya yang dipakai untuk kerja sama pembangunan. Tujuannya untuk memperkokoh kontribusi kita bagi perdamaian dan kesejahteraan Indonesia, termasuk untuk pencapaian SDGs, karena banyak negara yang perlu kerja sama,” jelasnya.

Retno mengatakan, tahun ini sudah ada lima negara Pasifik dan dua negara ASEAN yang diproyeksikan mendapat bantuan Indonesian AID.

“Lima negara Pasifik itu adalah Tuvalu, Nauru, Solomon Island, Fiji, dan Kiribati, sedangkan dua negara ASEAN lainnya adalah Myanmar dan Filipina,” tuturnya.

Retno mengatakan, pemberian dana bantuan Indonesian AID tidak dibatasi pada sektor tertentu. Negara yang memerlukan dapat menentukan penggunaan dana untuk sektor yang dibutuhkan, asalkan sejalan dengan garis pembangunan Indonesia.

“Kerja sama pembangunan ini disesuaikan dengan kebutuhan negara yang meminta bantuan. Misalnya climate change (perubahan iklim) sesuai dengan in. Jadi negara-negara itu yang akan tentukan mana dan bidang apa yang dibutuhkan,” pungkasnya.

(der/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 19 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami