Indonesia Impor 500 Ribu Alat Rapid Test Korona dari China

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan bahwa alat rapid test Covid-19 dari Tiongkok mulai masuk ke Indonesia. Namun, tidak secara keseluruhan, melainkan bertahap.

“Rapid test mulai hari ini sudah masuk. Sudah (disetujui Kementerian Kesehatan). Secara bertahap,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam Telekonferensi Pers, Kamis (19/3).

Dia juga tidak membeberkan berapa jumlah yang saat ini telah masuk ke Indonesia. Seperti rencana sebelumnya, alat pengecekan itu akan didistribusikan ke para rumah sakit rujukan pemerintah dalam menangani kasus Covid-19. Arya juga menuturkan bahwa yang melakukan penjemputan barang mengantarkannya adalah PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).

“Jumlahnya nggak tau detilnya, tahap pertama pasti barusedikit, tapi yang pasti udah bisa masuk dan akan dimasukan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan, (akuratnya) kayak tespack,” tutur dia.

Sebelumnya, Arya mengatakan akan mengimpor 500 ribu alat pengecek Covid-19. Di mana pihak yang akan memasok barang itu sendiri adalah Tiongkok, negara sumber virus. Namun, dia tidak menyebutkan berapa harga alat tersebut.

“PT Rajawali Nusantara Indonesia lagi kerja sama dari Tiongkok itu masuk produksi rapid test covid-19. Ini kerja sama dengan pabrik Tiongkok dan kami sedang pesan sekitar 500 ribu. Jadi, hasilnya bisa keluar hanya berapa menit 15 menit maksimal 3 jam,” tambahnya. (jp/jm)
  • Dipublish : 19 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami