Indonesia Jadi Target Penipuan Iklan Digital

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Belanja iklan digital di Indonesia ternyata cukup tinggi. Tak heran bila negara menjadi target penipuan.

Mobile Marketing Association (MMA) Indonesia dan Integral Ad Science menyebut perusahaan di Indonesia menjadi target penipuan iklan digital. Nilai kerugian yang diderita perusahan diperkirakan mencapai ratusan juta dolar.

“Indonesia menjadi target belanja iklan penipuan atau ad-fraud,” kata Country Manager MMA Indonesia, Shanti Tolani, Kamis (8/8).

Menurut Shanti, Indonesia menjadi target iklan penipuan karena skala dan volume belanja iklan yang signifikan. Industri yang menjadi target para penipu antara lain e-commerce, teknologi finansial, game dan fast-moving consumer goods.

Ad-fraud berasal dari peretas yang membuat bot, memanfaatkan malware yang berada dalam perangkat untuk membuat data palsu. Bentuk ad-fraud antara lain berupa iklan bertumpuk saat membuka sebuah laman.

Sayangnya, baru 43 persen brand yang menyadari keberadaan ad-fraud. Risiko itu dapat dikurangi melalui edukasi ke pasar bahwa mereka perlu menggunakan solusi teknologi, bukan hanya memblokir situs yang dianggap menipu.

“Jika menggunakan tindakan pencegahan, risiko ad-fraud dapat diminimalisir sebesar 0,4 hingga 0,5 persen,” katanya.

MMA dan IAS membuat laporan “Ad-fraud Brand Safety and Viewbility Whitepaper: The State of Ad-fraud in Indonesia” berisi pemahaman mengenai penipuan iklan, cara meningkatkan brand safety, meningkatkan kinerja pemasaran untuk platform periklanan dan mendorong akuntabilitas dalam mobile advertising.

Managing Director Southeast-Asia IAS, Laura Quigley, menaksir belanja ad-fraud di Indonesia tahun ini mencapai USD 120 juta dolar, sementara secara global angkanya menembus USD 42 miliar.

(gw/fin)

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 9 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami