Indonesia Kembali Menjadi Anggota Dewan Biosfer Dunia UNESCO

Photo by: REUTERS / Philippe Wojazer
Photo by: REUTERS / Philippe Wojazer
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Melalui proses pemungutan suara yang berlangsung di markas besar UNESCO di Paris, Prancis, Kamis (21/11). Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan Biosfer Dunia UNESCO, International Coordination Council of Man and Biosphere (ICC-MAB), untuk periode 2019-2023, dari sebelumnya sudah menjadi ICC-MAB periode 2015-2019.

Berdasar keterangan pers dari KBRI Paris, keputusan ini dicapai dalam pemilihan badan-badan subsider UNESCO yang berarti Indonesia akan meneruskan mandat yang sama.

Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Dubes Arrmanatha C Nasir mengatakan, bahwa Indonesia aktif melakukan konservasi cagar biosfer dan meningkatkan upaya diplomasi, agar lebih banyak cagar alam yang bisa masuk dalam daftar ICC-MAB.

Terakhir, Indonesia berhasil menambahkan cagar biosfer baru dalam daftar UNESCO, yaitu Togean Tojo Una-Una (Sulteng), Samota (NTB), Berbak-Sembilang (Jambi-Sumsel), Betung Kerihun-Danau Sentarum (Kalbar), dan Rinjani Lombok (NTB).

Dengan penambahan tersebut, Indonesia memiliki 16 taman nasional, di antara lebih dari 700 cagar biosfer dunia, dalam daftar UNESCO biosphere reserves.

Selain Indonesia, negara di kelompok Asia Pasifik lain yang juga terpilih menjadi anggota adalah Kazakhstan, Maldives, dan Korea Selatan. Selain terpilih sebagai anggota ICC-MAB, Indonesia juga kembali terpilih sebagai anggota Headquarters Committee untuk periode 2019-2023 bersama Bangladesh.

Indonesia sendiri terpilih kembali karena kontribusi aktif diberikan selama menjadi anggota ICC-MAB, di antaranya menjadi tuan rumah Sidang ke-30 di Palembang, Sumatera Selatan, Juli lalu.

Saat ini, Indonesia diwakili oleh Enny Sudarmonowati menjabat sebagai Ketua (Chairperson) ICC-MAB di bidang konservasi.

Arrmanatha C Nasir mengatakan, bahwa Indonesia aktif melakukan konservasi cagar biosfer dan meningkatkan upaya diplomasi agar lebih banyak cagar alam yang bisa masuk dalam daftar ICC-MAB.

“Dalam pertemuan di Paris, Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk melanjutkan peran-peran strategis pada periode mandat selanjutnya,” katanya, Senin (25/11)

ICC-MAB adalah program UNESCO yang membahas inisiatif konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan cagar biosfer yang efektif dan efisien, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Terakhir, Indonesia berhasil menambahkan cagar biosfer baru dalam daftar UNESCO, yaitu Togean Tojo Una-Una (Sulteng), Samota (NTB), Berbak-Sembilang (Jambi-Sumsel), Betung Kerihun-Danau Sentarum (Kalbar), dan Rinjani Lombok (NTB).

Dengan penambahan tersebut, Indonesia memiliki 16 taman nasional, di antara lebih dari 700 cagar biosfer dunia, dalam daftar UNESCO biosphere reserves.

Selain terpilih sebagai anggota ICC-MAB, Indonesia juga kembali terpilih sebagai anggota Headquarters Committee untuk periode 2019-2023 bersama Bangladesh.

(fin)

  • Dipublish : 26 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami