Indonesia Terima Satu Juta Dosis Vaksin Pfizer dan AstraZeneca

Ilustrasi kedatangan vaksin Covid-19 di salah satu bandara di Indonesia. (Kemkominfo/Antara)
Ilustrasi kedatangan vaksin Covid-19 di salah satu bandara di Indonesia. (Kemkominfo/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id –Pemerintah Indonesia menerima kedatangan satu juta dosis vaksin Covid-19 produksi Pfizer dan AstraZeneca. Kedatangan vaksin itu terdiri atas dua gelombang pada Minggu (28/11).

”Kedatangan vaksin secara bertahap dan terus-menerus diperlukan untuk menjaga kestabilan stok vaksin Indonesia,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi seperti dilansir dari Antara di Jakarta.

Menurut Siti Nadia Tarmizi, kedatangan vaksin Pfizer tahap ke-136 berjumlah 334.620 dosis. Sedangkan AstraZeneca untuk tahap ke-137 berjumlah 705.600 dosis. Untuk vaksin Pfizer, dikirim langsung ke sejumlah fasilitas penyimpanan vaksin milik dinas kesehatan (dinkes). Di antaranya Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, NTB, NTT, dan Sulawesi Utara.

”Estimasi kedatangan pada Selasa (30/11). Dinkes Sumatera Selatan dengan estimasi kedatangan pada Senin (29/11). Adapun untuk vaksin AstraZeneca dikirim ke gudang PT Bio Farma di Bandung,” ujar Siti Nadia Tarmizi.

Nadia mengatakan, pemerintah saat ini fokus pada target dua dosis vaksin untuk seluruh target sasaran vaksinasi yang berjumlah sekitar 208 juta jiwa penduduk di Indonesia. Perluasan dan percepatan program vaksinasi terus dilakukan di sejumlah daerah dengan melibatkan seluruh elemen.

”Pemerintah pusat juga mendorong pemerintah daerah, khususnya yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk makin menggencarkan program vaksinasi,” tutur Siti Nadia Tarmizi.

Nadia mengimbau masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Masyarakat juga diminta tidak pilih-pilih merek vaksin.

”Gunakan vaksin yang tersedia terlebih dahulu saat ini,” papar Siti Nadia Tarmizi.

Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat. Nadia memastikan, vaksin membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit, dan mengurangi risiko kematian.

”Akan tetapi, memang tidak menjadikan seseorang kebal 100 persen terhadap infeksi virus sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan,” terang Siti Nadia Tarmizi.

Bagi yang sudah divaksin, Nadia menambahkan, agar tetap menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia, apalagi saat ini sudah diumumkan adanya kembali varian baru dari virus Covid-19 yang lebih cepat menular dan dapat mengelabui sistim kekebalan tubuh sehingga penting untuk segera memproteksi diri. ”Selain itu, juga secara bersamaan membentuk benteng untuk mencegah varian baru dan penyebarannya,” ucap Siti Nadia Tarmizi. (jpc/jm)

  • Dipublish : 29 November 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami