Inflasi Desember 2019 Terendah 0,55 Persen

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) pada Minggu Keempat Desember menunjukkan inflasi sebesar 0,55 persen secara bulanan atau tahunan 2,93 persen. Angka itu terendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Gubernur BI, Perry Warjioyo mengatakan, seharusnya di akhir tahun pada momen Natal dan Tahun Baru akan terjadi inflasi yang tinggi. Sebab pada kedua momen tersebut terjadi lonjakan harga. Namun dapat terkendali.

“Jadi seperti kami sampaikan, ini di bawah rata-rata historis 5 tahun yang 0,58 persen. Dan Alhamdulillah ini di bawah 3 persen. Karena perkiraan kami sebelumnya 3,1 persen,” kata dia di Jakarta, Jumat (27/12).

Inflasi Desember 2019 disumbang oleh tarif angkutan udara yang sebesar 0,07 persen. Lalu diikuti oleh telur ayam 0,08 persen, dan bawang merah 0,08 persen.

Sementara ada beberapa komoditas yang menymbang deflasi. Pada bahan pangan, yakni jenis cabai. “Cabai merah deflasi 0,05 persen, dan cabai rawit 0,02 persen,” ujar dia.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, pada akhir tahun inflasi cenderung tinggi lantaran ada kenaikan pendapatan para pekerja. Misalkan, mendapat bonus akhir tahun.

“Secara tahunan memang di Desember ada inflasi dan cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini didorong adanya kenaikan pendapatan yakni bonus akhir tahun sehingga mendorong harga,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (27/12).

Menurut Huda, penurunan inflasi tidak terlalu signifikan dibanding tahun lalu yakni sebesar 0,62 persen. Penyebab inflasi lebih rendah lantaran tidak ada kenaikan bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TLD), dan sebagainya.

“Jika lebih rendah (inflasi) karena disebabkan tida adanya kenaikan administrated prie (BBM dan TDL). Makanya cenderung lebih rendah inflasinya,” pungkas Huda.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan berdasarkan pola selama dua tahun sebelumnya, maka inflasi pada bulan Desember 2019 kemungkinan akan lebih tinggi dibandingkan Novemver 2019. Inflasi Novemver 2019 sendiri sebesar 0,14 persen.

Inflasi cenderung lebih tinggi lantaran disebabkan bulan liburan sekolah, Natal, dan Tahun Baru. Alhasil permintaan konsumsi akan meningkat pada akhir tahun.

(din/fin)

  • Dipublish : 28 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami