Inflasi Rendah, Sri Mulyani Perkirakan Daya Beli Tw-II Bisa 0 Persen

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan konsumsi atau daya beli masyarakat pada kuartal-II tahun ini berpotensi ke level 0 persen. Hal tersebut melihat rendahnya angka inflasi pada Mei 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan, adapun realisasi inflasi pada Mei 2020 sebesar 0,07 persen. Angka tersebut bahkan menjadi inflasi hari raya terendah sejak 1978.

“Konsumsi rumah tangga yang tadinya masih bisa tumbuh sekitar 3 persen akan mengalami pelemahan lebih lanjut di kisaran 0 persen,” ujarnya dalam rapat kerja (raker) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2021, Kamis (18/6) malam.

Berkaca dari potensi ini, Sri Mulyani meminta Bank Indonesia (BI) dapat memberikan stimulus melalui kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Hal itu diharapkan dapat menjadi solusi persoalan inflasi agar pemulihan ekonomi nasional cepat terealisasi.

“Kita bisa kembalikan inflasi ke kuartal selanjutnya yang jadi salah satu bagian terpenting dalam skenario pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2020. Kita harapkan momentumnya diakselerasi pada tahun 2021,” imbuhnya.

Sri Mulyani menyebut, meskipun demikian, persoalan inflasi tidak menjadi salah satu ancaman saat ini. Sehingga, pihaknya berharap kebijakan BI yang telah menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjasi 4,25 persen dapat menjadi penolong.

“Karena inflasi tidak jadi salah satu ancaman pada saat ini, kita berharap Bank Indonesia juga bisa lebih memberikan kebijakan moneter yang lebih akomodatif,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 19 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami