Ini Aturan Terbaru PPKM Mikro

(Damianus Bram/Jawa Pos Radar Solo)
(Damianus Bram/Jawa Pos Radar Solo)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Kasus COVID-19 di Indonesia dinilai sudah mengkhawatirkan. Pemerintah bersikeras tidak ada lockdown. Ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro pun diubah.

“Pemerintah melakukan tindakan cepat, dengan melakukan penguatan PPKM Mikro serta mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi,” tulis Kementerian Koordinasi Perekonomian, dalam keterangannya, Senin (21/6).

Seperti dikeahui, jumlah kasus aktif virus Corona di Indonesia per 20 Juni 2021 sebanyak 142.719 kasus. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 51 persen dibandingkan 3 Juni, sebesar 94.438 kasus.

“Peningkatan Kasus Aktif tersebut meningkatkan Bed Occupancy Ratio (BOR). Yaitu per 20 Juni 2021 BOR Nasional sebesar 64 persen (TT Isolasi dan TT ICU).

Selain itu, ada lima provinsi dengan BOR di atas 70 persen. Yaitu DKI Jakarta (86 persen), Jawa Barat (84 persen), Jawa Tengah (82 persen), Banten (80 persen), dan D.I. Yogyakarta (79 persen).

Juga ada empat provinsi dengan BOR antara 50 – 70 persen. Lalu 25 Provinsi dengan BOR kurang dari 50 persen. Sedangkan, di tingkat Kabupaten/Kota, terdapat 87 Kabupaten/Kota dengan tingkat BOR lebih dari 70 persen. Sebagian besar di Pulau Jawa.(fin/jm)

Aturan Terbaru PPKM Mikro

1. Kegiatan Perkantoran/Tempat Kerja: Perkantoran Pemerintah (Kementerian/Lembaga/Daerah) Perkantoran BUMN/BUMD/Swasta

– Zona Merah: WFH 75% dan WFO 25%.

– Zona Lainnya: WFH 50% dan WFO 50%.

– Penerapan protokol kesehatan lebih ketat, pengaturan waktu kerja bergiliran, saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain.

– Pengaturan lebih lanjut dari K/L terkait dan Pemerintah Daerah.

2) Kegiatan Belajar Mengajar: Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan:

– Zona Merah: dilakukan secara Daring.

– Zona Lainnya: sesuai pengaturan dari Kementerian DikbudRistek, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

3) Kegiatan Sektor Esensial: Lokasi sektor esensial, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital nasional. Tempat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat (pasar, toko, swalayan, super market), baik yang berdiri sendiri maupun di Pusat Perbelanjaan/Mall

– Dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

4) Kegiatan Restoran: Warung makan, Rumah makan, Restoran, Kafe, Pedagang Kaki lima, Lapak jajanan, baik yang berdiri sendiri maupun di Pusat Perbelanjaan/Mall

– Makan/minum di tempat, paling banyak 25% kapasitas.

– Pembatasan jam operasional s.d. Pukul 20.00.

-Layanan pesan-antar/dibawa pulang sesuai jam operasional restoran.

-Penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

5) Kegiatan di Pusat Perbelanjaan/Mall: Pusat perbelanjaan, Mall, Pusat Perdagangan

– Pembatasan jam operasional s.d. Pukul 20.00.

– Pembatasan pengunjung paling banyak 25% kapasitas.

6) Kegiatan Konstruksi: Kegiatan Konstruksi

– Dapat beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

7) Kegiatan Ibadah: Tempat Ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Tempat Ibadah lainnya)

– Zona Merah: ditiadakan sementara sampai dinyatakan aman.

– Zona Lainnya: sesuai pengaturan dari Kementerian Agama, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

8) Kegiatan di Area Publik: Area publik (Fasilitas umum, Taman umum, Tempat Wisata umum, area publik lainnya)

– Zona Merah: ditutup sementara sampai dinyatakan aman.

– Zona Lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25% kapasitas, pengaturan dari Pemerintah Daerah, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

9 ) Kegiatan Seni, Budaya, Sosial Kemasyarakatan: Lokasi kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan

– Zona Merah: ditutup sementara sampai dinyatakan aman.

– Zona Lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25% kapasitas, pengaturan dari Pemerintah Daerah, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat. Kegiatan hajatan (kemasyarakatan) paling banyak 25% kapasitas, tidak ada hidangan makanan di tempat.

10) Rapat, Seminar, Pertemuan Luring: Lokasi Rapat/Seminar/Pertemuan, di tempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan

– Zona Merah: ditutup sementara sampai dinyatakan aman.

– Zona Lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25% kapasitas, pengaturan dari Pemerintah Daerah, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

11) Transportasi Umum: Kendaraan umum, Angkutan massal, Taksi (konvensional dan online), Ojek (online dan pangkalan), Kendaraan sewa/rental

-Dapat beroperasi, dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional oleh Pemerintah Daerah, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

  • Dipublish : 22 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami