Irjen Gatot Eddy Pramono Jadi Wakapolri

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis melakukan rotasi para perwira tinggi. Mutasi mulai dari jabatan Wakapolri hingga Kapolda.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono ditunjuk Kapolri menjadi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) menggantikan Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto, yang akan pensiun pada akhir bulan ini.

Penunjukan Irjen Gatot sebagai Wakapolri tertuang dalam Surat Telegram Rahasia bernomor ST/3330/XII/KEP/2019 yang diteken Kapolri Jenderal Idham Azis.

Jabatan Kapolda Metro Jaya yang ditinggalkan Gatot akan diisi oleh Irjen Nana Sujana yang saat ini menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapolda NTB akan dijabat Irjen Tomsi Tohir.

Sementara jabatan Kapolda Banten yang ditinggalkan Irjen Tomsi Tohir akan diisi Irjen Agung Sabar Santoso yang saat ini menjabat Asrena Kapolri.

Sementara itu, Komjen Pol. Condro Kirono yang memasuki masa pensiun dimutasi sebagai pati Baharkam Polri.

Selanjutnya, Irjen Pol Ike Edwin yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sospol Sahli Kapolri dimutasi sebagai pati Sahli Kapolri karena memasuki masa pensiun.

Beberapa perwira tinggi yang turut memasuki masa pensiun adalah Irjen Pol. Bimo Anggoro Seno, Irjen Pol. Rachmad Fudail, Irjen Pol. Abdul Gofur, dan Irjen Pol. Alfons Toluhula.

Mutasi tersebut tercantum dalam Surat Telegram Nomor ST/3329/XII/KEP./2019 dan ST/3331/XII/KEP./2019 yang ditandatangani As SDM Kapolri Irjen Pol. Eko Indra Heri.

“Ya benar, TR Wakapolri sudah keluar. Ada juga TR beberapa kapolda. Mutasi ini adalah hal yang alami dalam organisasi Polri sebagai tour of duty dan tour of area, penyegaran, promosi dan dalam rangka performa kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Jumat (20/12).

Sinyal Irjen Gatot menjadi Wakapolri sudah terlihat Polda Metro Jaya meluncurkan layanan aplikasi baru seperti E-Drives, Bodycam, Aplikasi Satpam Mantap, dan Aplikasi Help Renakta di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/12) lalu. Saat itu mantan Asisten Perencanaan (Asrena) Kapolri itu mendapat sanjungan dari Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Dalam sambutannya, Idham Azis memuji kinerja Gatot yang merilis inovasi tersebut. Idham Azis berujar Gatot sudah pantas naik ke Mabes Polri.

“Saya membayangkan 1 tahun 8 bulan jadi Kapolda saya tidak mampu, Pak Gatot belum setahun sudah bisa melaksanakan. Cuma 1 kata luar biasa, sudah pantas nih ke Mabes Polri,” kata Jenderal Idham.

Gatot Eddy merupakan lulusan Akademi Kepolisian 88 A. Dia satu angkatan dengan Kapolri Idham Azis. Nama Gatot sempat mencuat, karena keberhasilannya mengamankan Jakarta saat pelaksanaan pemilihan presiden, hingga sidang gugatan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Penanganan gelombang demontrasi, mulai pemilu presiden hingga penolakan Rancangan Undang-Udang KUHP dan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi mewarnai tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya.

Gatot bukanlah orang baru di jajaran Polda Metro Jaya. Sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya, dia pernah menjadi Kapolres Depok pada 2009, Kapolres Jakarta Selatan pada 2009, dan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2011. Setelah itu ayah tiga anak ini pernah bertugas sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri pada 2012 dan Wakapolda Sulawesi Selatan pada 2016. Selanjutnya menjadi Staf Ahli Ekonomi Kapolri (2017), serta kemudian menjadi Asisten Perencanaan dan Anggaran Polri pada 2018.

(gw/fin)

  • Dipublish : 21 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami