Istana Panggil Tokoh Buruh, Rencana Mogok Jalan Terus

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menjelang rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja kemarin, dua tokoh buruh mendadak muncul di istana. Mereka adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Keduanya tiba sekitar pukul 13.45.

Andi dan Said tidak masuk melalui pintu tamu yang umumnya harus melewati area dekat ruang wartawan.

Mereka dijemput menggunakan boogie car di dekat lobi gedung Sekretariat Negara. Kemudian meluncur ke pintu barat dekat Istana Merdeka yang tidak bisa diakses wartawan.

Andi hanya berkata singkat seputar kehadirannya bersama Said di istana. ”Tadi malam (Minggu malam, 4/10, Red),” jawabnya singkat seraya berlalu saat ditanya kapan mendapat panggilan untuk datang ke istana.

Dikonfirmasi ulang soal pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Said Iqbal juga tak memberikan jawaban pasti. Dia hanya menyatakan, tidak ada hasil apa pun dari pertemuan siang itu.

Said justru menegaskan kembali soal aksi mogok nasional selama tiga hari (6–8 Oktober). Aksi tersebut bakal melibatkan 2 juta buruh dari berbagai sektor industri.

Dalam aksi mogok nasional nanti, tegas Said, buruh akan menyuarakan tolak omnibus law RUU Cipta Kerja. Beberapa poin aspirasi itu, antara lain, meminta tetap ada UMK tanpa syarat dan UMSK jangan hilang, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada PKWT atau karyawan kontrak seumur hidup, dan tidak boleh ada outsourcing seumur hidup.

Selain itu, waktu kerja tidak boleh eksploitatif, cuti dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang, serta karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat jaminan kesehatan dan pensiun. ”Sementara itu, terkait dengan PHK, sanksi pidana kepada pengusaha, dan TKA harus tetap sesuai dengan isi UU 13/2003,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis pukul 22.00 tadi malam, belum ada juru bicara dari istana yang mau memberikan keterangan mengenai kehadiran dua tokoh buruh tersebut di istana. Fadjroel Rachman, juru bicara presiden, yang dihubungi sejak sore tidak merespons.

Begitu pula Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia. Sementara Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro hanya merespons singkat. Dia menyatakan belum mendapat perkembangan informasi mengenai kehadiran Said dan Andi ke istana. (jp)

  • Dipublish : 6 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami