Istana Presiden WFH 75 Persen

ilustrasi
ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DKI Jakarta meningkat pesat. Pada Jumat (18/6), dalam sehari mencapai 4.700 lebih. Istana Kepresidenan menetapkan pemberlakuan work from home (WFH) atau 75 persen. Kebijakan ini dimulai pekan depan.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan WFH tersebut juga disesuaikan dengan kepadatan agenda Istana. Tetapi, hanya 25 persen pegawai yang boleh bekerja di kantor.

“Jika ada kegiatan padat. Misalnya hari Senin, maka 25 persen di kantor, 25 persen di lapangan, 25 persen standby di rumah yang setiap saat on call jika ada tambahan kegiatan. Sisanya, 25 persen murni WFH,” jelas Heru di Jakarta, Jumat (18/6).

Baca Juga: Viral Video Matahari Terbit di Utara Jeneponto, Ini Penjelasan BMKG

Baca Juga: Usai Preman, Kini Polri Fokus Buru Pinjol Ilegal

Sebanyak 25 persen pegawai yang bekerja di kantor juga wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Mereka wajib membawa hasil tes antigen atau GeNose saat akan bekerja di lingkungan Istana.

Selain itu, akses masuk ke Istana Kepresidenan melalui prosedur protokol kesehatan. Tamu yang datang wajib menyerahkan hasil tes PCR yang menunjukkan negatif COVID-19 dalam periode 1×24 jam.

“Tamu Istana Kepresidenan wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Wajib menggunakan masker dan face shield,” terangnya.

Kebijakan penerapan WFH 75 persen ini diberlakukan akibat terus meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Pada Jumat (18/6), dalam sehari ada penambahan mencapai 12.990. Total kasus COVID-19 yang ditemukan sebanyak 1.963.266 kasus.(fin/jm)

  • Dipublish : 19 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami