Istilah Kadrun untuk Memojokkan Islam?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA- Pasca Pemilihan Presiden 2019, kita selalu diperdengarkan dua istilah. Kadrun atau Kadal Gurun dan Kecebong. Entah siapa pencetusnya, tapi Istilah ini berhasil membuat masyarakat dipetakan.

Seiring waktu berlalu, istilah Cebong mulai redup. Sementara Istilah Kadrun masih selalu dipakai. Istilah ini bukan saja dipakai untuk mereka yang berbeda pilihan politik, tetapi juga bagi mereka yang dinilai menyebar paham “radika”.

Bahkan bagi yang memakai celana cingkrang dan cadar, akan diistilahkan sebagai Kadrun. Lalu apakah Kadrun itu dipakai untuk menyindir Islam?

Pegiat Media sosial Denny Siregar, termasuk salah satu orang yang paling getol menggunakan Istilah ini. Dia membantah bahwa Kadrun untuk menyerang Islam. “Bukan. Kata “kadrun” itu bukan buat menghina Islam,” tulis Denny Siregar dilansir akun twitternya, Selasa (28/7).

Dia mengatakan, Kadrun justru sebagai pembagi, mana oknum yang menggunakan agama sebagai kepentingan politik

“Justru itu (Kadrun) sebagai pembagi, mana Islam agama suci dengan oknum yang menungganginya untuk kepentingan pribadi. Ya, ibarat memisahkan emas dan kotoran gitu lah. Islam itu emasnya, kalo kadrun,” kata Siregar.

Di media sosial, ada juga narasi yang tersebar menyebutkan bahwa istilah Kadrun dicetus oleh PKI untuk memojokkan Islam. Namun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjelaskan, informasi tersebut hoaks alias tidak benar.

“Faktanya menurut Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam ia menjelaskan istilah Kadrun, baru muncul setelah Pilkada DKI 2012 hingga Pilpres 2019, setelah munculnya istilah kampret dan cebong. Istilah kadrun belum ada saat era PKI masih ada.” Demikian dilansir laman Kemenkominfo.

Menurut Asvi, Warman istilah-istilah seperti kadrun, cebong, dan kampret, itu bersifat memecah belah. Ini tidak sehat. “Istilah-istilah tersebut yang memecah belah, mengelompokkan kawan dan lawan yang berkelanjutan.  (dal/fin).

  • Dipublish : 28 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami