Istrinya Dibunuh dengan Kejam, Suami: Saya Minta Pelaku Dihukum Mati!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Suami Yulia, Achmad Yani, yang masih masih kerabat jauh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sukoharjo, tak mampu menahan emosinya. Itu setelah ia bertemu dengan pelaku yang menghabisi nyawa istrinya di Mapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (23/10).

Pelaku adalah E atau Eko, 30, warga Ngesong, Desa Pohgogor, Kecamatan Bendosari, Kamis (22/10) dini hari. Dihadapan wartawan, dokter spesialis saraf di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri awalnya mengapresiasi langkah cepat polisi mengungkap kasus tersebut.

Dirinya dan seluruh keluarga, tak lagi memiliki ganjala atas meninggalnya istri tercintanya itu. Pasalnya, dari awal keluarga hanya menduga bahwa Yulia meninggal karena mobilnya terbakar. “Sehingga, kami tidak mengira-ngira lagi sebab meninggalnya istri saya. Karena pihak keluarga semula hanya tahu mobilnya terbakar,” ungkapnya seperti dikutip Radar Solo (Jawa Pos Group).

Sesaat kemudian, Achmad Yani terlihat mengehela nafas panjang sebelum mulai bicara lagi. Selanjutnya, Achmad Yani terlihat tak mampu lagi menahan emosinya. “Saya meminta pelaku dihukum mati,” teriak Yani.

Usai mengucapkan kalimat itu, Achmad Yani pun tak lagi sanggup berkata-kata lagi. Nafasnya tersengal menahan tangis dan langsung menyudahi keterangannya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi mengungkapkan, pelaku diamankan tak sampai 24 jam usai polisi melakukan olah TKP pada Rabu (21/10) pagi. Tertangkapnya pelaku setelah penyidik mendapati percakapan antara Yulia dengan anaknya.

Dalam percakapan itu, Yulia menyatakan hendak menemui E di perternakan ayam untuk menagih utang kepada pelaku. “Mau nagih utang sebesar Rp 100 juta dari utang sebesar Rp 140 juta,” ungkap Ahmad Lutfi.

Selain itu, penyidik juga menemukan bukti percakapan antara korban dan pelaku. Penyidik juga menemukan surat perjanjian kerja sama antara korban dan pelaku terkait usaha peternakan ayam. Bukti lain yakni ada ceceran darah di kandang ayam tempat korban dipukul. “Pelaku ternyata sudah merencanakan pembunuhan pada korban dengan menyiapkan linggis dan lakban,” ungkap Ahmad Lutfi. (jp)

  • Dipublish : 24 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami