Italia 2-0 Yunani: Azzurri Sempurna

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

ROMA – Italia memastikan diri menjadi negara kedua yang lolos ke putaran Final Piala Eropa 2020 usai menundukkan Yunani, 2-0 di Stadion Olimpico, Roma, dini hari (13/10) kemarin.

Meski masih ada tiga laga tersisa di Grup J. Namun, dengan 21 poin, Armenia dan Bosnia Herzegovina yang berada di posisi ke-4 dan 5 tak mungkin menggeser posisi Azurri-sebutan Italia. Dua negara Balkan hanya meraih 10 poin.

Ini menjadi rekor baru untuk Italia. Bukan hanya melenggang dengan sempurna, lini depannya disebut paling produktif dengan raihan 20 gol. Selain itu, sisi pertahanan menjadi sorotan karena hanya kebobolan tiga gol.

Dalam laga kemarin, Allenatore Italia Roberto Mancini banyak merotasi skuatnya. Pasalnya, mereka kehilangan sejumlah pemain kunci. Seperti; Alessandro Florenzi, Emerson Palmieri, Lorenzo Pellegrini, Giorgio Chiellini dan Stefano Sensi.

Yunani yang dikenal disiplin membangun pertahanan, memaksa Mancini menurunkan komposisi bombernya. Federico Chiesa, Ciro Immobile, Lorenzo Insigne didapuk sebagai starter di lini depan Italia.

Sementara lini belakang, Mancini tetap menurunkan defender Juventus, Leonardo Bonucci. Laga kemarin menjadi caps internasionalnya yang ke-92. Bek veteran menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak ke-10 sepanjang sejarah tim nasional Italia.

Bonucci menggeser kompatriot La Vecchia Signora-sebutan Juventus- lainnya, Alessandro Del Piero yang telah mengoleksi 91 penampilan bersama Azzurri.

Untuk pertama kalinya, skuat Italia tampil dengan jersey spesial berwarna hijau. Seragam ini pertama kali dipakai sejak kemenangan 2-0 atas Argentina di Piala Dunia 1954.

Italia belum banyak melakukan serangan di awal babak pertama. Pada menit 12, Yunani lebih dahulu mengancam lewat sepakan winger PAOK Dimitrios Limnios beruntuk sontekan berbahaya itu berhasil ditepis Gianluigi Donnarumma.

Pola 4-3-3 yang dimainkan Jorginho dan kawan-kawan membuat Italia lebih banyak bermain dominan. Dilansir dari Whoscored, ball possession melebihi 70 persen di babak kedua.

Sayangnya, distribusi bola hanya bertumpu pada sektor tengah lapangan tak berbanding lurus dengan intercept ke daerah lawan.

Di menit 39, Italia harus kehilangan salah satu tumpuan serangnnya, Federico Chiesa yang mengalami masalah paha. Federico Bernardeschi yang sudah bersiap di tepi lapangan langsung menggantikannya.

Yunani yang menolak takluk, dengan segenap tenaga menghindarkan kemelut gawang. Hingga akhir babak pertama, tak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang menyasar, Italia harus puas dengan skor 0-0 di babak pertama.

Diturunkannya Bernardeschi mampu mengubah skema serangan Azzuri makin kreatif. Gelandang Italia Marco Verratti yang lebih banyak bergerak ke depan berhasil masuk dalam kotak penalti Yunani, passing bolanya di menit ke 62, berhasil diterima Lorenzo Insigne dan dieksekusi ke mulut gawang.

Sayang tembakan akurat itu mengenai tangan Andreas Bouchalakis. Wasit lalu mengganjarnya kartu kuning dan memberi Italia hadiah penalti.

Eksekutor penalti Chelsea Jorginho maju sebagai algojo dan dengan tenang mengkonversinya menjadi gol. Italia 1-0 Yunani.

Gol pertama menjadi pemecah kebuntuan lini depan Italia. Mereka semakin percaya diri merengsek ke depan. Di menit 78, sepakab silang Bernardeschi menembak menyilang dari sisi kanan langsung bersarang di sudut bawah gawang.

Yunani makin gamang dan Italia memegang kendali penuh. Sayang, hingga peluit panjang berbunyi tak ada gol lagi yang tercipta.

Italia menjadi tim kedua setelah Belgia yang memastikan lolos ke putaran final Euro 2020. Belgia lolos dari Grup I usai meraih 21 poin dari tujuh kali berlaga.

(fin/tgr)

  • Dipublish : 14 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami