Italia Perluas Isolasi Perangi Virus Korona, 60 Juta Orang Terkunci

ILUSTRASI. Orang-orang di Lapangan Santo Petrus di Roma memakai masker. (Getty Images/Mirror)
ILUSTRASI. Orang-orang di Lapangan Santo Petrus di Roma memakai masker. (Getty Images/Mirror)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

ITALIA,- Italia memperluas jumlah wilayahnya yang dikunci seiring makin melonjaknya jumlah kasus meninggal akibat COVID-19. Italia menjadi salah satu negara paling parah terdampak virus Korona jenis baru di luar Tiongkok.

Dilansir dari Mirror, Selasa (10/3), Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengumumkan langkah-langkah baru yang dirancang untuk memperlambat virus itu di benua Eropa. Seluruh negara akan beroperasi di bawah aturan yang sama untuk membatasi pergerakan di Italia Utara selama akhir pekan.

Perdana Menteri telah mendesak warga untuk tidak meninggalkan rumah mereka, kecuali pergi bekerja dan dalam keadaan darurat. Semua pertemuan publik telah dilarang di negara Mediterania dan semua acara olahraga dibatalkan.

Sementara transportasi umum akan tetap beroperasi, sekolah dan universitas di seluruh negeri akan ditutup hingga 3 April 2020. Sebanyak 60 juta orang di negara itu terkena dampak.

Usulan itu menyarankan lebih dari seperempat populasi negara itu akan dikurung selama hampir sebulan untuk menghentikan penyebaran virus Korona baru di seluruh Eropa. Pernikahan, museum, bioskop, dan pusat perbelanjaan semuanya akan berdampak oleh pembatasan baru, yang berfokus pada Italia utara.

Korban kematian virus Korona telah meningkat secara dramatis di Italia selama beberapa hari terakhir. Jumlah kematian mencapai hampir 500 orang pada Senin (9/3) malam dengan kasus dikonfirmasi di semua 20 wilayah Italia dan 7 ribuan telah dinyatakan positif

Sebelumnya pada hari Senin, enam narapidana meninggal di tengah kerusuhan di penjara-penjara di Italia setelah pihak berwenang menangguhkan semua kunjungan. (jp)

  • Dipublish : 10 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami