Jadi DPO Obat di Parepare, Yamin dan Taufiqurrahman Serahkan Diri di Kejati Sulsel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
PAREPARE — Setelah sebulan lebih masuk dalam target Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Kota Parepare. Dua DPO kasus pengadaan obat, alat habis pakai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Rabu 14 Agustus, tengah malam menyerahkan diri di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel). Keduanya yakni, Mantan dir RSUD Andi Makkasau Parepare, dr Muhammad Yamin dan mantan Bendahara, Taufiqurrahman yang sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama satu tersangka lainnya, yakni mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Muh Syukur, yang lebih dulu diamankan pihak Kejari Parepare, pada 16 Juli 2019.
Ketiganya pun telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus yang sama, dengan dugaan merugikan negara sebesar Rp 3,4 miliar. Kepala Kejaksaan Negeri Parepare, Andi Darmawangsa, mengatakan, kedua tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan sebelum dilakukan pelimpahan ke pengadilan tindak pidana korupsi Makassar.
“Alhamduillah, dua DPO sudah menyerahkan diri. Dan kami secepatnya akan melakukan pelimpahan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Makassar,”  katanya.
Selama sebulan lebih dua DPO tersebut bersembunyi dari pengejaran penyidik Kejari Parepare dan Polres Parepare. Namun, saat dikonfirmasi keduanya enggan berkomentar.  “Ya kalau kami tahu pasti kita sudah jemput, tidak menyerahkan diri seperti ini,” ujar Kepala Seksi Intel Kejari Parepare, Amiruddin, Kamis, 15 Agustus, siang tadi.
Setelah menyerahkan diri, kedua tersangka kasus obat itu, langsung dibawa ke LPKA Kelas II Parepare. Hal ini pun dibenarkan Kepala LPKA Kelas II Parepare, Jayadi Kusumah. “Iya, benar sudah ada di dalam, datangnya sekitar jam 2 dini hari. Dan saat ini sudah berada di ruang Kamar Admisi Orientasi untuk pengenalan lingkungan. Keduanya pun sehat,”singkatnya.(mat/ade)
Sumber: parepos.fajar.co.id
  • Dipublish : 16 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami